UPDATE

HIBURAN
HIBURAN

KKN Di Desa Penari Ekstra 40 Menit Tayang 29 Desember, Lebih Luwih Lebih Medeni

BANDA ACEH – Film KKN Di Desa Penari produksi MD Picture menjadi film terlaris sepanjang masa dengan 9,2 juta penonton. 

Setelah mendulang sukses besar, Manoj Punjabi selaku CEO MD Pictures sekaligus produser mengumumkan akan kembali menayangkan film KKN Di Desa Penari di bioskop mulai 29 Desember 2022 mendatang.

Film garapan Awi Suryadi ini akan ditayangkan versi lama dengan ekstra waktu 40 menit, Lebih Luwih Lebih Medeni atau lebih panjang dan lebih menyeramkan. 

Manoj mengungkap, KKN Di Desa Penari dengan ekstra 40 menit dikeluarkan atas permintaan penggemar. Ia pun menjajikan, KKN yang tayang pada liburan akhir tahun disajikan dalam versi lengkap cerita si pengarangnya, Mr Simpleman.

Berita Lainnya:
KPK Selidiki Aliran Dana Iklan BJB: Aura Kasih Masuk Radar Pemeriksaan Buntut Isu Kedekatan dengan RK

“Ada banyak pertanyaan waktu KKN dirilis, di sini semua bisa lebih lengkap, lebih mengerikan, istilahnya kami mebuat ini bagi saya bukan sekadar memanfaatin, buat film KKN di Desa Penari sekadar extended, tapi permintaan dari fans, kami lihat potensinya sayang banget kalau kami enggak sampaikan,” ungkap Manoj Punjabi dalan jumpa pers di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (10/10).

Berita Lainnya:
Profil Safa Marwah, Wanita Berinisial S Diduga Teman Ridwan Kamil

Manoj memastikan KKN yang akan dikeluarkan akan memberikan pengalaman baru untuk penontonnya meski sudah menyaksikan KKN di bioskop.

“Tambahan, lebih dari 40 menit enggak editingnya beda semua. Adegan yang anda lihat, sekarang lebuh dalam lagi,” beber Manoj.

Menurut Manoj Punjabi, KKN Di Desa Penari Extended merupakan sebuah tantangan karena bukanlah pekerjaan mudah jika melihat antusiasme penonton.

“Bagi kami ini membuat film baru, experience film baru. Mudah-mudahan makin penasaran, kita semoga dapat lebih baru lagi dari film KKN ini,” pungkas Manoj Punjabi.

Sumber: Tabloidbintang

Reaksi

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website