Jumat, 01/03/2024 - 15:05 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIFINANSIAL

Makin Lesu, Rupiah Diproyeksi Jebol ke Rp 15.360 per Dolar AS

ADVERTISEMENTS

pakar memprediksi rupiah makin lesu dan ditutup melemah di Rp 15.300 – Rp 15.360

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

 JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih mengalami pelemahan sampai hari ini, Selasa (11/10). Di perdagangan pasar spot, mata uang garuda tersebut melemah 0,18 persen menjadi Rp 15.345 per dolar AS.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan


Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS terhadap mata uang lainnya.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj


“Kekhawatiran atas ketidakstabilan geopolitik di Eropa dan Asia mendorong perdagangan safe haven ke dolar,” kata Ibrahim dalam risetnya dikutip Selasa (11/10). 

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional
Berita Lainnya:
Perum Bulog Perkuat CBP Stabilkan Pasokan dan Harga Pangan


Menurut Ibrahim, sejumlah data eksternal mendorong pengutan dolar AS. Data departemen tenaga kerja AS menunjukkan nonfarm payrolls naik lebih dari yang diharapkan pada September, sementara pengangguran juga turun dari Agustus. 

ADVERTISEMENTS


Laporan tersebut menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap tangguh sehingga memberi the Fed cukup ruang untuk terus mengetatkan kebijakan dengan tajam karena berjuang untuk memerangi inflasi. Pasar memperkirakan kemungkinan 81 persen bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin bulan depan.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action


Kekhawatiran eskalasi dalam perang Rusia-Ukraina tumbuh setelah ledakan jembatan kunci antara Rusia dan Krimea, Presiden Vladimir Putin menyalahkan Ukraina. Selain itu, Ketegangan di semenanjung Korea juga meningkat setelah Korea Utara menembakkan dua rudal balistik pada hari Minggu, menyusul latihan militer AS di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Pertamina Bentuk Satgas Jaga Pasokan BBM dan LPG


Pasar sekarang menunggu data inflasi IHK AS untuk bulan September minggu ini, yang diharapkan menjadi faktor dalam rencana pengetatan kebijakan Fed. Angka inflasi yang lebih kuat dari perkiraan pada bulan Agustus telah mengguncang pasar dan mendorong dolar AS.


Ibrahim memperoyeksi, pelemahan rupiah masih akan terus berlanjut. Mata uang rupiah kemungkinan diperkirakan berfluktuatif dan ditutup melemah di rentang  Rp 15.300 – Rp 15.360.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi