Sabtu, 25/05/2024 - 12:13 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Menopause Bisa Sebabkan Osteoporosis, Dokter Sarankan Ini

Wanita sangat rentan alami osteoporosis setelah menopause.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

 JAKARTA — Dokter spesialis ortopedi Asa Ibrahim SpOT, menyebutkan, wanita yang mengalami menopause (berhenti haid) bisa menurunkan kepadatan tulangnya sehingga menyebabkan osteoporosis. “Wanita biasanya setelah mengalami menopause atau berhenti haid banyak hormon-hormon pembentukan tulang yang tidak dikeluarkan lagi sehingga kalau dilihat kepadatan tulangnya itu cepat sekali turunnya,” ucapnya dalam diskusi mengenai osteoporosis yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (19/10/2022).

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan


Ia mengatakan, wanita sangat rentan mengalami osteoporosis setelah menopause, sedangkan pada pria lebih terlindung dari osteoporosis karena kepadatan tulangnya menurun secara perlahan. “Untuk laki-laki karena tidak mengalami menopause kecenderungan penurunan kepadatannya lebih pelan-pelan, yang biasanya mulai nampak pada usia 65 sampai 70 tahun,” ucapnya.


Namun menurut Asa, osteoporosis tetap jangan disepelekan meskipun tidak ada gejala yang dirasakan. Karena osteoporosis merupakan salah satu silent killer atau penyakit yang tidak menunjukkan gejala, namun bisa parah jika sudah terjadi komplikasi.

Berita Lainnya:
Perkataan Toxic yang Sebaiknya tak Diucapkan Nenek dan Kakek kepada Cucu


“Tahu-tahu dia kepleset patah tulang, bungkuk punggungnya udah bengkok, mengangkat barang tulangnya patah, biasanya gejala muncul pada kasus yang sudah komplikasi,” ucapnya.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh


Osteoporosis juga pintu masuk berbagai macam penyakit seperti kerusakan sendi dan saraf terjepit akibat pengeroposan tulang. Penurunan kepadatan tulang ini juga bisa disebabkan karena penyakit terdahulu yang menyebabkan hormon kepadatan tulang berkurang seperti penyakit gagal ginjal, kerusakan otak dan tiroid. Hal ini dinamakan osteoporosis sekunder.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action


“Orang yang mengalami kerusakan ginjal, kerusakan otak dan hormon tiroidnya, itu ada hormon yang tidak dikeluarkan, dampaknya tulangnya akan keropos karena kekurangan hormon tersebut,” ucap dokter lulusan Universitas Gajah Mada ini.Sementara jika osteoporosis terjadi karena faktor usia dan cenderung terjadi pada usia 50 tahun ke atas serta tidak ada penyakit yang mendahului, maka disebut dengan osteoporosis primer.

Berita Lainnya:
Video Perundungan Siwsi SMP Bojonggede Viral, KPAI Minta Dihapus dari Media Sosial


Dokter yang berpraktik di RS Awal Bros Panam ini mengatakan saat masih muda perlu untuk meningkatkan kepadatan tulang. Karena perjalanan kepadatan tulang manusia bertahap sampai usia 30 tahun. “Jadi dengan minum susu, aktivitas fisik, makan vitamin D kemudian kena cahaya matahari atau berjemur dan sebagainya akan membentuk peningkatan kepadatan tulang sampai nanti sekitar usia 30 tahun,” ucap Asa.Diharapkan saat mencapai usia 50 sampai 70 tahun tulang tidak mudah keropos meskipun kepadatan tulang sudah berkurang.

ADVERTISEMENTS

sumber : Antara

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi