Minggu, 19/05/2024 - 06:03 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Vaksin Bisa Turunkan Risiko Pneumonia

“Pneumonia ini bisa dicegah, pencegahannya bermacam-macam. Tapi salah satu faktor yang sama pentingnya dengan vaksin COVID-19 adalah vaksin untuk pneumonia itu sendiri,” kata dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dalam webinar yang diikuti secara virtual di Jakarta, Kamis (10/11/2022).

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak


Dia menjelaskan vaksin pneumonia memiliki manfaat menurunkan risiko infeksi pneumonia 2,1 kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak divaksin. Selain itu, vaknisasi juga menurunkan risiko pneumonia berat yang memerlukan perawatan ICU dan menurunkan risiko kematian.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan


Diah mengatakan vaksin pneumonia wajib diberikan terutama pada kelompok anak dan dewasa di atas 65 tahun. Saat ini pemerintah sudah menyediakan vaksin tersebut secara gratis untuk anak. Namun vaksin belum diberikan secara gratis pada usia dewasa.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses ada Pelantikan Direktur PT PEMA dan Kepala BPKS
Berita Lainnya:
Tak Keringkan Rambut Basah, Benarkah Bisa Bikin Sakit?


“Mengingat kejadian pandemi COVID-19 agar orang dewasa di atas usia 55 tahun atau sebelum 65 tahun dapat melakukan vaksinasi pneumonia untuk menghindari peradangan pada paru-paru yang lebih berat,” katanya.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah


 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh


Selain itu, kelompok berisiko lain yang direkomendasikan untuk vaksinasi pneumonia antara lain perokok, pengonsumsi alkohol, serta orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti gangguan paru-paru, stroke, hipertensi, diabetes, hingga gangguan ginjal.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action


Diah mengatakan vaksin pneumonia dapat diberikan kapanpun ketika seseorang dalam keadaan sehat. Khusus pada orang dengan penyakit tertentu atau komorbid, vaksinasi dapat dilakukan saat penyakit yang diderita pasien dalam keadaan terkontrol atau pada saat penyakitnya stabil.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
Berita Lainnya:
Tantangan yang Dirasakan Single Parent Ketika Membesarkan Anak


“Tapi bisa saja, sih, misalnya seorang dengan stroke lalu mengalami pneumonia. Untuk mencegah pneumonia berulang, ketika dia sudah stabil maka sangat penting untuk diberikan vaksin pneumococcus,” kata Diah.

ADVERTISEMENTS


Dia mengingatkan bahwa pemberian vaksin pneumonia bukan berarti membuat seseorang menjadi kebal dari penyakit pneumonia. Namun, vaksin bisa mencegah sakit supaya tidak bergejala berat. Vaksinasi juga penting dilakukan untuk membentuk kekebalan kelompok sehingga dapat terproteksi dari infeksi pneumonia.

ADVERTISEMENTS


Selain vaksinasi, pencegahan lain yang juga perlu dilakukan, sama seperti pencegahan COVID-19, yaitu menjaga kebersihan diri seperti cuci tangan dan menggunakan disinfektan ketika menyentuh permukaan barang.


 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi