MEULABOH – Sebagai upaya mencapai Universal Health Coverage (UHC), BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh bersama aparatur Gampong (desa-red) Drien Sibak sepakat untuk mewujudkan Desa UHC. Tujuannya tak lain demi memastikan semua warga Gampong Drien Sibak menjadi peserta dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan terlindungi dari risiko biaya berobat yang tidak pasti.
Sekretaris Desa Drien Sibak, Aswendi mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur telah dikunjungi oleh BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh sehingga mendapatkan berbagai informasi mengenai Program JKN. Aswendi pun kini dapat mengetahui kondisi kepesertaan JKN para warganya.
“Jika tidak dikunjungi seperti ini, kami tidak tahu kalau masih ada warga kami yang belum terdaftar sebagai peserta JKN. Walaupun kemungkinannya itu yang belum terdaftar itu anak-anak dan warga pindahan. Ini penting kami ketahui dan didata, sebab impian kami memang untuk memastikan semua warga setempat terlindungi JKN,” kata Aswendi.
Aswendi mengaku jika dirinya dan perangkat gampong lainnya yang turut hadir pada pertemuan tersebut mendapatkan banyak penjelasan tentang pelaksanaan dan cara pemanfaatan Program JKN. Ia menyampaikan bahwa selama ini memang banyak masyarakat yang mempertanyakan perihal Program JKN, namun ia sendiri belum mengetahui jawabannya.
“Ada beberapa masyarakat yang mungkin kartunya sudah hilang, jadi beranggapan tidak bisa berobat lagi karena tidak ada kartu fisik. Namun hari ini kami jadi tahu kalau untuk berobat bisa cukup memakai KTP saja,” ungkap Aswendi.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh, Muhammad Novar Nasution menjelaskan bahwa Desa UHC adalah desa yang sudah memiliki sistem jaminan sosial nasional secara komprehensif. Desa UHC tidak terbatas pada jumlah peserta saja, namun juga kepastian akses layanan kesehatan serta keaktifan nomor identitas jaminan kesehatannya.
“BPJS Kesehatan membuka peluang bagi gampong untuk turut aktif dalam melaporkan atau mendaftarkan warganya yang belum terdaftar dalam Program JKN. Hal ini dapat dilakukan tanpa harus mendatangi kantor BPJS Kesehatan. Kita fasilitasi pendaftaran peserta JKN melalui perwakilan gampong atau bisa juga lewat Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) di Puskesmas sehingga tidak perlu lagi ke kantor BPJS Kesehatan,” jelas Novar.
Sebagai informasi, Kabupaten Aceh Barat memiliki 12 kecamatan dan 322 desa. Adapun Gampong Drien Sibak yang bernaung di Kecamatan Sungai Mas memiliki jarak tempuh selama dua jam dari pusat Kabupaten Aceh Barat.[]
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler