Rabu, 15/05/2024 - 01:28 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Tingkah Tamu Hotel yang Membuat Jengkel Resepsionis, Jangan Ditiru

Meskipun tamu ‘selalu benar’, tapi terkadang mereka juga bisa menjengkelkan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses ada Pelantikan Direktur PT PEMA dan Kepala BPKS

JAKARTA — Seorang resepsionis hotel mengungkapkan kelakuan paling menjengkelkan yang dilakukan para tamu tanpa mereka sadari. Resepsionis bernama Justin Aldrich tersebut menghabiskan tujuh tahun bekerja di jaringan hotel Marriott.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah

Meskipun tamu tentu saja “selalu benar”, namun terkadang mereka juga bisa menjengkelkan. Misalnya melanggar aturan kebijakan hotel hingga memaksa minta diskon tambahan. Berikut lima hal yang dilakukan tamu dan membuat staf jengkel, menurut Justin:

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

1. Mempersoalkan tarif kamar

Menurut Justin, ini menjadi masalah yang sering terjadi setelah para tamu bisa mencari hotel secara daring setelah mereka memesan kamar. Sering kali mereka akan meminta diskon berdasarkan harga yang ditawarkan di situs pemesanan daring.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

“Saya diperlihatkan tangkapan layar harga kamar di daring, sebagai karyawan, saya tidak dapat mencocokkan atau memverifikasi secara independen. Jika saya menawarkan diskon yang diminta, saya akan dipanggil manajer,” kata Justin seperti dilansir Mirror, Rabu (1/2/2023).

Berita Lainnya:
WHO: Vaksin Selamatkan 154 Juta Nyawa dalam 50 Tahun

2. Tidak menyadari bahwa setiap hotel berbeda

Ini adalah masalah yang khusus terjadi pada staf yang bekerja di hotel, seperti Marriot, Hilton, atau Holiday Inn. Para tamu terkadang terkejut ketika cabang hotel tempat mereka menginap memiliki fasilitas yang sedikit berbeda dengan cabang hotel lainnya.

“Meskipun merek-merek tertentu dalam grup hotel seperti Marriott atau Hilton, mencoba yang terbaik untuk menjaga konsistensi di seluruh dunia, mereka tidak bisa melakukannya,” kata Justin.

3. Komplain atas mahalnya harga camilan

Masalah ini juga menjadi hal yang sering dikeluhkan. Menurut Justin, inti dari minibar yang penuh dengan camilan adalah kenyamanan dan kemewahan. Semua itu selalu ada harganya. Justin mengatakan, mengeluh dan mengadukan kekesalan kepada resepsionis terkait harga yang mahal, tidak akan membuat camilan itu jadi turun harga.

Berita Lainnya:
Dua Hal Ini Efektif Cegah Tertular Flu Singapura

4. Merokok di kamar hotel

“Terlalu banyak tamu yang merokok di kamar mereka dan mengira staf tidak akan tahu,” kata Justin.

Justin mengaku sudah lelah menghadapi berbagai trik yang dilakukan para tamu untuk mencoba lolos dari denda saat merokok di kamar.

5. Terlambat check-out tanpa memberitahu

Perlu menghabiskan beberapa jam ekstra di kamar hotel adalah masalah yang sangat umum terjadi, terutama setelah lockdown di mana perjalanan udara kurang bisa diandalkan. Menurut Justin, akan lebih mudah bagi staf hotel jika tamu meminta untuk check-out lebih awal, daripada hanya check-out terlambat tanpa peringatan sebelumnya.

Sering kali staf dengan senang hati mengakomodasi sedikit waktu tambahan di kamar dan dapat memberi tahu bagian tata graha. “Jadi itu akan makin rumit jika tamu tidak menyampaikan apa yang inginkan karena mereka mungkin akan dikunci,” kata Justin.

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi