OPINI
OPINI

Perselingkuhan Kedua Se-Asia, Prestasi atau Frustasi?

Belum lagi jika kita bicara dampak buruknya, dari mulai rusaknya generasi yang terpapar ide liberalisme, seks bebas, penyakit kelamin, rusaknya nasab, kehamilan dan kelahiran yang tidak diinginkan, dan yang pasti bobroknya masyarakat akibat tak lagi peduli halal haram. Pertanyaannya, bagaimana bisa Perselingkuhan begitu marak dalam masyarakat yang notabene mayoritas beragama Islam?

Perselingkuhan Marak, Bukti Rapuhnya Bangunan Pernikahan dan Keluarga dalam Sistem Sekuler

Maraknya perselingkuhan menunjukkan rapuhnya ikatan pernikahan dan bangunan keluarga. Betul ada banyak penyebab, namun tak bisa dipungkiri faktor ketertarikan secara fisik dan mencari kesenangan adalah hal yang dominan. Dan kondisi ini adalah hal yang wajar dalam sistem sekuler kapitalis di mana manfaat dan kesenangan jasmani menjadi tujuan . Tak ada penghalang yang bisa menghentikan perselingkuhan itu, bahkan di beberapa komunitas masyarakat justru menjadikan perselingkuhan sebagai gaya hidup, kompetesi, hingga konten, yang semuanya mengarah pada perolehan pendapatan materi. Ada pula yang merasa bangga, merasa eksistensinya telah diakui dunia ketika ia menjadi pelaku pengganggu rumah tangga orang, nauzdubillah!

Inilah bukti sekulerisme menguasai, Islam memang menjadi agama mayoritas penduduk Indonesia, bahkan dunia, namun Islam tidak dijadikan pedoman hidup. Pemimpin Muslim tak menerapkan hukum Islam, bahkan justru membangun permusuhan dengan kaum Muslim yang hendak mengubah keadaan, dengan persekusi, pembubaran pengajian, pembatasan penggunaan masjid, pembatasan materi dakwah, melekatkan istilah teroris, ekstremis kepada kelompok-kelompok yang bergerak untuk amar makruf nahi mungkar. Akibatnya, keimanan semakin rendah , karena tak tercerdaskan sebagaimana seharusnya, selingkuh pun dianggap sebagai salah satu solusi persoalan . Juga maraknya berbagai hal yang justru mengkondisikan selingkuh sebagai pilihan.

Atas nama Hak Asasi Manusia (HAM), manusia kian bebas berperilaku dan berpendapat, seiring pula dengan makin bebasnya sistem sosial atau tata pergaulan, rusaknya sistem pendidikan, bebasnya media dan lain-lain, yang dilandasi sekulerisme kapitalisme memudahkan terjadinya perselingkuhan. Padahal, sistem pendidikan adalah pilar terbentuknya kepribadian yang kuat, sudahlah kurikulum berbasis merdeka belajar yang samasekali tak ada pembahasan agama secara mendalam, di tambah dengan penayangan profil-profil pemuda di media massa yang memang antimainstream namun juga nir faedah, karena hanya mempertontonkan perjuangan mereka demi syahwat, perempuan dan komunitas.

image_print
1 2 3 4

Reaksi

Berita Lainnya