Pun demikian, Kemenlu juga punya tantangan ke depannya. Terutama penanganan atas tantangan yang sejalan dengan prioritas kebijakan luar negeri Indonesia yang meliputi penguatan diplomasi kedaulatan, diplomasi pelindungan, memajukan kerja sama ekonomi, serta diplomasi perdamaian dan kemanusiaan.
Terkait itu, Moderator kegiatan tersebut, turut menyinggung konflik yang pernah melanda Aceh dan sedang di Papua, termasuk tersanderanya Pilot Susi Air asal Selandia baru. Mengenai itu, Teuku Faizasyah menjelaskan bahwa sebenarnya menarik sekali melihat konteks Papua dan Aceh, bahkan sempat berbincang dengan WR I USK, terkait keinginan membangun kajian S2 terhadap resolusi konflik.
“Konflik Aceh merupakan pengalaman berharga bagi negeri kita, khususnya penyelesaian konflik secara damai dan bermartabat,” ujar Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Kemenlu itu.
Mengenai pilot Selandia Baru, ia mengatakan, Pemerintah RI berkomunikasi dengan Pemerintah Selandia Baru secara terus menerus, termasuk Menfasilitasi tim Selandia Baru untuk datang ke Jayapura. Indonesia punya empati yang besar terkait persoalan tersebut, sebab menurutnya, Indonesia juga pernah di posisi yang sama, dimana warga negaranya pernah diculik di Somalia, Afganistan, dll.
“Kita pernah di posisi yang sama, kita berempati dengan Selandia Baru. Dari awal kita tegaskan bahwa (RI) lebih ke masalah penegakan hukum dan Selandia baru lebih pada posisi memastikan keselamatan warga negaranya,” ungkap Teuku Faizasyah.
Lebih jauh ia menerangkan, untuk proses ke depan bukan ranah Kemenlu. Dalam penegakan hukum, ada otoritas dalam negeri yang menanganinya, namun tugas Kemenlu memastikan komunikasi kedua negara berjalan baik. Sehingga mereka terus menerus bisa terinformasi bagaimana rencana pemerintah terkait warga negara.
“Kami berharap para mahasiswa bisa mengambil inspirasi dari kegiatan ini. Kemenlu termasuk yang paling progresif di jajaran kementerian. Selain dipimpin oleh perempuan, komposisi diplomat di Kemenlu sudah hampir 50 banding 50,” bebernya.[]
































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…