Jumat, 21/06/2024 - 04:17 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Praktisi Nilai Wisman yang Berulah di Bali Hanya Segelintir

Praktisi pariwisata Triawan Munaf menilai, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berulah di Bali hanyal segelintir orang alias sedikit dibandingkan dengan jumlah wisatawan yang punya sikap dan etika positif.

ADVERTISMENTS
Bank Aceh Syariah Salurkan 212 Ekor Hewan Kurban kepada Warga Aceh

JAKARTA — Praktisi pariwisata Triawan Munaf menilai, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berulah di Bali hanyal segelintir orang alias sedikit dibandingkan dengan jumlah wisatawan yang punya sikap dan etika positif.

ADVERTISMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

“Itu jumlahnya kan nggak banyak ya, kecil dibandingkan dengan jumlah wisatawan punya perilaku positif. Bahkan ada yang mau membantu pendidikan, ngurusin sampah, atau melepaskan tukik. Lebih banyak yang positif,” ujar Triawan dilansir Antara, Selasa (28/3/2023).

ADVERTISMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji kepada para Calon Haji Provinsi Aceh dari Bank Aceh Indonesia

Meski demikian, lanjutnya, apabila terdapat pemberitaan kurang baik maka hal tersebut bisa menutupi sejumlah kebaikan lainnya. Sementara terkait warga asing yang justru mencari nafkah di Indonesia dengan dalih berwisata, ia menyebut hal itu tak lepas dari krisis yang melanda dunia.

ADVERTISMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
OpenIn Era Baru Layanan Location Intelligence untuk Bisnis di Indonesia

“Memang dengan adanya krisis di dunia ini, banyak warga negara di Eropa yang tadinya tidak terpikirkan untuk mencari kerja sekarang mencari kerja. Karena mungkin nafkahnya terancam di negara masing-masing,” kata Triawan menjelaskan.

ADVERTISMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

 

Kemudian, lanjut pria yang pernah menjabat Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) ini, warga asing yang membuka usaha di Bali tidak dicurigai warga lokal karena ketidaktahuan masyarakat setempat dan mengira mereka (warga asing) telah mengurus izin usaha sesuai aturan yang berlaku di Indonesia. “Nah kalau dibiarkan tambah berani, orang-orang asing yang memang melanggar hukum ini lho,” imbuhnya.

ADVERTISMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Penghargaan Digital Goverment Award (DGA) Summit 2024
Berita Lainnya:
Pembayaran Dana Kompensasi 2023 Tuntas, Pertamina Apresiasi Dukungan Pemerintah

Karenanya, Triawan menyebut dibutuhkan konsistensi para penegak hukum yang lebih baik lagi serta pengawasan serta ketegasan dari pemerintah setempat untuk mengatasi masalah turis asing yang belakangan menjadi sorotan ini. Menurutnya, bukan saatnya untuk mencari kesalahan masa lalu, tapi konsistensi penegak hukum yang harus lebih baik.

Kan ujung-ujungnya penegakan hukum. Semua negara punya aturan, apalagi di destinasi wisata yang orang maunya bebas. Nah kalau di kita sendiri enggak ada ketegasan hukum, ya akan dimanfaatkan oleh siapapun juga,” ujar Triawan.

ADVERTISMENTS
Bayar Jalan Tol dengan menggunakan Pengcard

 

 

sumber : ANTARA

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

هَٰؤُلَاءِ قَوْمُنَا اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ آلِهَةً ۖ لَّوْلَا يَأْتُونَ عَلَيْهِم بِسُلْطَانٍ بَيِّنٍ ۖ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا الكهف [15] Listen
These, our people, have taken besides Him deities. Why do they not bring for [worship of] them a clear authority? And who is more unjust than one who invents about Allah a lie?" Al-Kahf ( The Cave ) [15] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi