Jumat, 19/04/2024 - 04:39 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIENERGI

Insentif Pajak Buat Bus Listrik Belum Jelas

ADVERTISEMENTS

Bus listrik melintas di Jl MH. Thamrin, Jakarta, Selasa (27/12/2022). PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) berencana menambah 190 bus listrik pada 2023 untuk mendukung kualitas udara Jakarta lebih ramah lingkungan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

JAKARTA — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengakui, pemerintah belum membuat aturan detail soal insentif untuk kendaraan listrik jenis bus kendati telah menjanjikan akan memberikan subsidi. Keberadaan bus listrik turut dinilai penting karena berperan dalam mengurangi tingginya volume kendaraan pribadi penyebab kemacetan.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Pemerintah sebelumnya telah menjanjikan diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen untuk 138 unit bus listrik yang telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen ke atas serta diskon PPN lima persen bagi bus dengan TKDN 20 persen sampai 40 persen.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Cegah Kebakaran Kapal, Motor Listrik tak Bakal Diangkut di Program Mudik Gratis Kemenhub

“Insentif untuk bus belum ya. Memang rencananya ada lima persen apabila kendaraan TKDN sekian persen tapi sebelumnya belum diatur dengan clear ya,” kata Moeldoko dalam Green Economic Forum di Hotel Kempinski Jakarta, Senin (22/5/2023).

Moeldoko mengakui, TKDN untuk bus listrik saat ini memang belum cukup besar. Hanya saja pemerintah meyakini peningkatan TKDN bakal signifikan ketika pabrikan Indoensia telah dapat memproduksi baterai mobil listrik secara mandiri.

Berita Lainnya:
Penjualan Kendaraan Listrik Naik 118,25 Persen di Kuartal Pertama 2024

Diketahui sejauh ini, belum terdapat bus listrik yang mengantongi sertifikat TKDN untuk bisa mendapatkan diskon pajak PPN. Termasuk pabrikan bus listrik lokal milik Moeldoko yang bernama PT Mobil Anak Bangsa (MAB).

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Sementara itu, diskon PPN 10 persen untuk mobil listrik maupun subsidi Rp 7 juta untuk pembelian motor listrik mulai bergulir. Namun, Moeldoko menilai, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui program tersebut dan membuat pemanfaatan subsidi berjalan lambat.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi