Senin, 26/02/2024 - 04:20 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Kerabat Korban Banjir di Kherson Cari Bantuan di Telegram

ADVERTISEMENT

Jalanan tergenang air setelah bendungan Kakhovka meledak di Kherson, Ukraina, Selasa, (6/6/2023).

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

 KHERSON — Kerabat dan teman-teman warga yang terdampak banjir di Kota Kherson akibat kebocoran bendungan Nova Kakhovka mengajukan permintaan bantuan dengan mengunggah nama, foto dan lokasi GPS warga. Koordinator grup sukarelawan di aplikasi kirim-pesan Telegram mengatakan permintaan semakin mendesak karena warga kehabisan air minum.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Salah seorang pria bernama Sergei mengatakan terakhir kali ia berbicara dengan ayah mertuanya yang berusia 83 tahun di wilayah Oleshky beberapa hari sebelum bendungan rusak.

ADVERTISEMENT

“Informasi terakhir terdapat banyak air di jalan, setinggi orang,, rumah-rumah ambruk dan kemasukan air,” kata Sergei, Kamis (8/6/2023).

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

Ukraina mengatakan banjir mengakibatkan ratusan ribuan orang kehilangan akses air minum, merendam puluhan ribu hektar lahan pertanian dan mengubah setidaknya 500 ribu hektar lahan tanpa irigasi menjadi “gurun.”

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
Putin: Rusia Telah Kuasai Desa di Selatan Ukraina

 

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memintan bantuan internasional yang “jelas dan cepat” untuk membantu korban banjir. Ia menggelar rapat darurat di Kherson, satu dari lima wilayah yang dianeksasi tapi hanya sebagian yang dikuasai Rusia.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan lembaga bantuan itu telah mengirimkan botol-botolair minum, tablet pemurni air, peralatan higienis dan jerigen. “Air minum masih menjadi yang paling dibutuhkan,” kata OCHA.

Kremlin mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin belum memiliki rencana mengunjungi wilayah terdampak banjir. Tapi terus mengawasi situasinya. Tanpa memberikan bukti Putin menuduh Ukraina menghancurkan bendungan yang terletak di wilayah yang dikuasai Rusia.

Berita Lainnya:
Jepang Hentikan Dana Bantuan, Tunggu Kejelasan Kasus Staf UNRWA Diduga Terkait Hamas

Kiev mengatakan beberapa bulan yang lalu pasukan Rusia meletakan ranjau di bendungan itu di awal invasi. Mereka menuduh Rusia sengaja meledakkannya untuk mencegah pasukan Ukraina menyeberangi Sungai Dnipro untuk menggelar serangan balik.

Belum diketahui jumlah korban tewas akibat banjir. Walikota Nova Kakhovka yang ditempatkan Rusia mengatakan setidaknya lima orang meninggal dunia tapi kemungkinan total korban jiwa jauh lebih tinggi.

Gubernur Kherson, Ukraina, Oleksandr Prokudin mengatakan 68 persen daerah yang terdampak banjir terletak di tepi Sungai Dnipro yang dikuasai Rusia. Ia mengatakan “rata-rata tinggi permukaan banjir” di wilayah Kherson pada Kamis pagi sekitar 5,61 meter.

sumber : Reuters

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi