Sabtu, 02/03/2024 - 10:40 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Survei Jelang Putusan MK: Mayoritas Publik Ingin Pemilu dengan Sistem Proporsional Terbuka

JAKARTA – Survei terbaru lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan 76 persen publik Indonesia lebih menginginkan sistem pemilu proporsional terbuka.

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

Dalam sistem itu, partai atau calon, dan calon anggota DPR yang mewakili partai tersebut ditentukan oleh pemilih atau rakyat secara langsung.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

“Hanya 15 persen warga yang menginginkan sistem proporsional tertutup di mana yang dipilih hanya partai, dan calon anggota DPR yang mewakili partai tersebut ditentukan oleh pimpinan partai,” kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani dalam paparannya di kanal Youtube pada Senin (12/6/2023).

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Dari survei ini, Deni menyebut hanya 24 persen warga mengaku tahu gugatan sistem pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dari yang tahu, 64 persen (atau 15 persen dari total populasi) menyatakan menolak jika MK mengabulkan gugatan tersebut dan sistem pemilihan menjadi tertutup.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional
Berita Lainnya:
Pers Kawal Suksesi Kepemimpinan Nasional

“Yang mendukung hanya 31 persen atau 7 persen dari total populasi. Masih ada 5 persen yang belum berpendapat,” ujar Deni.

ADVERTISEMENTS

Deni menganalisis sikap mayoritas warga yang menolak MK mengabulkan sistem proporsional tertutup ini konsisten dalam dua kali survei.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

“Yaitu pada Februari dan Mei 2023,” lanjut Deni.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh

Deni juga memaparkan dari 15 persen responden yang menolak jika MK mengabulkan sistem pemilihan menjadi tertutup tersebut, ada 53 persen yang menyatakan akan melakukan protes secara terbuka. Dari yang akan protes, sekitar 70 persen menyatakan akan protes di media sosial seperti Instagram, Youtube, Tiktok, Twitter.

Berita Lainnya:
Tanpa APBN, Masjid di Bekasi Rutin Bagikan Makan Siang Gratis untuk Pengemudi Ojol

“Dan ada 22 persen yang akan protes melakukannya dengan ikut demonstrasi turun ke jalan,” ujar Deni.

Diketahui, sikap publik terhadap gugatan sistem Pemilu ini dihimpun SMRC dalam survei yang berlangsung pada 30-31 Mei 2023. Adapun Mahkamah Konstitusi (MK) akan mengumumkan jadwal pembacaan putusan gugatan sistem Pemilu pada Kamis 15 Juni 2023.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi