Minggu, 25/02/2024 - 09:44 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Penduduk Miskin di Kabupaten Bogor Capai 474 Ribu Jiwa

ADVERTISEMENT

KABUPATEN BOGOR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Batat, terus berupaya menanggulangi kemiskinan di sana. Meski mengalami penurunan hingga 0,40 persen dari tahun sebelumnya, hingga 2022 tercatat jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bogor masih berada di angka 474 ribu jiwa.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan, mengklaim tingkat kemiskinan di Kabupaten Bogor mengalami penurunan yang signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, pada 2022 persentase tingkat penduduk miskin di Kabupaten Bogor mengalami penurunan sebesar 0,40 persen dibanding 2021.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Iwan menjelaskan, berdasarkan data BPS persentase tingkat penduduk miskin di Kabupaten Bogor pada 2021 berada di 8,13 persen dan 2022 berada di 7,73 persen. “Artinya di kedua tahun tersebut posisinya bukan berada di urutan tertinggi pertama seperti isu yang beredar, tetapi berada di urutan tertinggi ke-17 dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dalam tingkat penduduk miskin,” kata Iwan dalam keterangannya, Kamis (29/6/2023).

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Viral Surat Suara di Bogor Sudah Tercoblos 02, Ketua Bawaslu: Saya Tidak Mau Ngomong

Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Bogor, Ujang Jaelani, menilai secara persentase jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bogor cenderung mengalami penurunan yang cukup baik. Dari 18 Kabupaten se-Jawa Barat posisi Kabupaten Bogor berada di urutan ke-14.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

“Secara persentase kemiskinan di Kabupaten Bogor turunnya sangat bagus. Beberapa kabupaten lainnya bahkan masih ada yang di atas 10 persen sampai 12 persen,” ujar Ujang.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
Jokowi: Perbedaan Pilihan tak Perlu Dibesar-besarkan

Menurutnya, pada 2022, Indikator Makro Pemkab Bogor baik Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), Daya Beli, dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) menunjukan kenaikan. Kemudian indikator kemiskinan juga menunjukan penurunan yang bagus pengangguran juga turun.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Bogor, LPE Kabupaten Bogor pada 2020 dari angka -1,77 persen, meningkat menjadi 5,85 persen di 2022. Begitu juga dengan IPM dari 70,60 persen pada 2021, menjadi 71,20 persen pada 2022. Indikator lainnya, seperti penurunan jumlah pengangguran juga meluncur tajam dari 12,22 persen pada 2021 menjadi 10,64 persen di 2022.

“Secara umum, pada 2022, angka indikator terbilang cukup bagus,” ucap Ujang.

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi