Minggu, 25/02/2024 - 23:35 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Pemerintah Diminta Siapkan Kebijakan Perlindungan Anak Terhadap Ancaman Diabetes Melitus

ADVERTISEMENT

JAKARTA–Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Ririe) meminta pemerintah membuat kebijakan untuk memberi perlindungan pada anak-anak terhadap ancaman diabetes melitus. Menurutnya, saat ini, Indonesia belum memiliki kebijakan perlindungan menyeluruh terkait penerapan pola hidup sehat sejak dini.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Ririe menilai, kejadian diabetel melitus terhadap anak meningkat dua kali lipat berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem ini menilai pemerintah juga perlu menggencarkan literasi kesehatan untuk mencegah konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

“Pola hidup yang kurang sehat dengan konsumsi makanan dan minuman yang memiliki kandungan gula tinggi saat ini menjadi rutinitas kehidupan anak-anak. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan,” kata Ririe dalam keterangan, Rabu (5/7/2023).

ADVERTISEMENT

Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah II ini menambahkan, pemerintah tidak boleh tutup mata dengan peningkatan kasus diabetel melitus di Indonesia. Sebab, ancaman kesehatan terhadap anak bukan hanya menyangkut kesehatan semata, melainkan juga masa depan Bangsa Indonesia.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

Menurutnya, dengan memerhatikan masalah yang dihadapi anak-anak saat ini seperti kasus diabetes melitus, berarti juga sedang berupaya memperbaiki masa depan bangsa ke arah yang lebih baik. Ririe meminta seluruh pihak, bisa bersama-sama mendorong berbagai langkah antisipatif hingga solusi untuk mencegah dan mengatasi ancaman diabetes terhadap anak di Indonesia.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
Pemkot Cirebon Susun Kamus Daerah Berisi Kosakata Khas Lokal

Ketua Tim Kerja Penyakit Diabetes Melitus (DM) dan Gangguan Metabolik, Kementerian Kesehatan, dr Esti Widiastuti, mengaku prevalensi DM pada rentang 2013-2022 meningkat drastis. Pada 2021, tercatat 6,7 juta orang meninggal karena menderita diabetes. Pada tahun yang sama 1,2 juta anak menderita diabetes tipe 1.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Esti mengatakan, faktor risiko penyebab DM sangat erat dengan gaya hidup. Dia memerkirakan jumlah penderita DM tipe 1 di Indonesia bisa jadi lebih tinggi dari yang tercatat, karena rendahnya upaya deteksi dini sehingga tidak terdiagnosa. Secara keseluruhan, biaya pelayanan kesehatan terkait DM dan sejumlah penyakit yang dipicunya seperti stroke, jantung, dan kanker di Indonesia pada 2019 tercatat lebih dari Rp 8 triliun.

Menurut Esti, pemerintah sudah melakukan transformasi sistem kesehatan yang salah satunya berupa transformasi layanan primer yang mengedepankan upaya preventif dan promotif. Pemerintah berharap masyarakat sebagai salah satu ujung tombak dalam pelaksanaan upaya ini.

Berita Lainnya:
BUMN Jadi Koperasi tidak Tepat Bagi Perekonomian

Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, pihaknya mencatat penderita DM tipe 2 meningkat sampai 3 persen dan 77 persen di antaranya adalah anak-anak yang obesitas. Menurut Piprim, penderita DM tipe 2 di masa lalu adalah orang berusia 40 tahun ke atas. Namun saat ini DM tipe 2 ini sudah diderita oleh anak berusia 6-7 tahun.

“Ini harus diwaspadai. Ini indikasi gaya hidup masyarakat kita yang tidak sehat,” ujar Piprim.

Selain karena gaya hidup, tambah dia, konsumsi ultra processed food dengan glycemic index yang tinggi juga merupakan pemicu DM tipe 2. Apalagi, tegas Piprim, rasa manis yang ditimbulkan sangat adiktif.

“Kondisi ini merupakan wake up call bagi kita semua. Karena, satu dari delapan penduduk Indonesia menderita DM dan 80 persen penderita itu tidak sadar kalau mereka menderita DM,” tegas Piprim.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi