Senin, 26/02/2024 - 01:48 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

AS Berharap Yordania Ikut Menjaga Situs-situs Islam di Yerusalem

ADVERTISEMENT

 YERUSALEM — Amerika Serikat (AS) sangat menghargai peran Kerajaan Yordania yang dipercaya sebagai penjaga situs-situs suci Islam di Yerusalem. Karena itu, AS menekankan peran penting Yordania sebagai penjaga situs suci tersebut.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel mengumumkan dalam sebuah pernyataan pers yang diterima Quds Press pada hari Jumat (29/7/2023). “Kami menggarisbawahi peran khusus Yordania di tempat-tempat suci umat Islam di Yerusalem,” kata Patel.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

“Setiap tindakan atau retorika sepihak yang menyimpang atau membahayakan status quo sama sekali tidak dapat diterima,” ujar Patel menambahkan.

ADVERTISEMENT

Dalam konteks yang sama, AS menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya kekerasan di Tepi Barat. Departemen Luar Negeri AS menulis di Twitter bahwa eskalasi tersebut menyoroti kerapuhan situasi dan kebutuhan mendesak akan langkah-langkah segera dari kedua belah pihak, Palestina dan Israel, untuk menghentikan eskalasi dan memulihkan ketenangan.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

AS juga menyatakan keprihatinannya atas apa yang disebut Menteri Keamanan Nasional pemerintah pendudukan Israel, Itamar Ben-Gvir, dan ratusan pemukim yang menyerbu Masjid Al-Aqsa pada Kamis pagi lalu. Sementara penyerbuan itu justru di bawah perlindungan ketat pasukan pendudukan Israel.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
Menlu Prancis: Tak Boleh Ada Pengusiran Warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat

Dalam kesempatan yang berbeda, Raja Abdullah II dari Yordania, dan Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly Kamis lalu membahas upaya-upaya yang semakin intensif untuk meredakan situasi di wilayah Palestina yang diduduki.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Abdullah dan Cleverly bertemu di ibukota Yordania, Amman, sebagai bagian dari kunjungan Menlu Inggris ke negara Timur Tengah tersebut.

Diskusi antara kedua belah pihak “mencakup perkembangan regional dan internasional terbaru, selain pentingnya meningkatkan upaya menuju ketenangan dan deeskalasi di Wilayah Palestina. Di mana semua itu, “harus di awali dengan menghentikan langkah-langkah sepihak yang akan merusak stabilitas dan prospek perdamaian,” menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Royal Hashemite Court.

“Kedua belah pihak juga membahas penghentian tindakan sepihak oleh Israel yang akan mengganggu stabilitas dan merusak peluang untuk mencapai perdamaian, menurut sumber yang sama.”

Berita Lainnya:
Cerita Berkesan Jurnalis AS Soal Wawancaranya dengan Vladimir Putin

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa Raja Yordania “menegaskan kembali perlunya mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif berdasarkan solusi dua negara, yang menjamin berdirinya negara Palestina merdeka di atas garis perbatasan 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.”

Kunjungan menteri luar negeri Inggris ke Amman dilakukan sebagai bagian dari lawatan tiga hari ke Timur Tengah yang dimulai pada hari Selasa di Qatar, dilanjutkan ke Kuwait pada hari Rabu dan Yordania pada hari Kamis.

Wilayah Palestina menyaksikan ketegangan yang meningkat sehubungan dengan berlanjutnya serbuan ke Masjid Al-Aqsa oleh para ekstremis Israel, yang terakhir kemarin ketika Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memimpin 1.700 orang Israel sayap kanan menyerbu masjid tersebut, menghentikan akses umat Islam ke tempat suci tersebut. 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi