Minggu, 25/02/2024 - 21:12 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Relawan Gardu Ganjar Buka Layanan Pengobatan Gratis bagi Warga Pulau Tunda Serang

ADVERTISEMENT

 SERANG — Kelompok relawan Gerakan Rakyat Desa untuk (Gardu) Ganjar melakukan pemeriksaan kesehatan warga di Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Para pendukung Ganjar Pranowo tersebut menggelar pengobatan gratis bagi ratusan warga di Pulau Tunda. Menurut data yang diperoleh, banyak warga yang mengeluhkan sakit hipertensi, kolesterol, asam urat, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diabetes, cepalgia, myalgia, dan gastritis.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Ketua Umum Gardu Ganjar Ahmad Wahyudin Nasyar mengatakan tak sedikit warga yang terkendala fasilitas kesehatan yang kurang memadai di wilayanya. Menurut Wahyudin, mereka harus menyeberang laut untuk bisa ke rumah sakit di Kabupaten Serang dengan biaya yang tak murah.

ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah, kami menghadirkan empat dokter, yakni dokter umum, anak, kulit dan dokter kandungan yang memang ikut memeriksa kehamilan masyarakat di sini karena jangkauan mereka untuk ke rumah sakit sangat jauh,” ucapnya, seperti dinukil pada Ahad (3/9/2023). 

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

 

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

Wahyudin mengatakan, pihaknya yang membawa semangat dan spirit Ganjar Pranowo menghadirkan program kesehatan untuk warga Pulau Tunda yang selama ini menjadi kendala.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action
Berita Lainnya:
Aksi Gejayan Memanggil Sampaikan 11 Tuntutan, Sebagian Ditujukan ke Jokowi

“Di pulau ini, jangkauan mereka untuk berobat sangat jauh, harus memakan waktu luar biasa dan biayanya lumayan besar,” tuturnya di sela-sela kegiatan.

Wahyudin menambahkan kondisi cuaca saat ini kurang baik. Banyak masyarakat di sini yang sakit pernapasan dan radang tenggorokan.

“Maka, kami harus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Salah satunya, memberikan layanan kesehatan pengobatan gratis,” ucapnya.

“Harapannya, mereka akan lebih mengenal sosok Pak Ganjar sebagai bakal calon presiden 2024. Ketika saya melakukan audiensi dengan masyarakat, ternyata di sini sudah banyak yang mengenal beliau,” ucapnya.

Sementara itu, Hudiro sebagai pasien pengobatan gratis menyambut baik program yang diadakan Gardu Ganjar tersebut. Pria yang berprofesi nelayan tersebut mengeluhkan batuk dan demam.

“Sangat berterima kasih, bersyukur kepada relawan Ganjar yang telah mengadakan pengobatan gratis ini. Saya berobat batuk. Kebanyakan di sini batuk , demam, dan pilek,” ungkapnya.

Hudiro mengatakan, warga di Pulau Tunda sangat membutuhkan fasilitas berupa ambulans desa untuk mengantarkan masyarakat yang menderita sakit keras ke rumah sakit.

Berita Lainnya:
Di Solo, Banyak Bekas Relawan Prabowo Pindah Haluan Dukung Anies

“Banyak ya seperti ambulans desa untuk warga yang dadakan mau menyeberang ke darat untuk ke rumah sakit,” ungkapnya.

Hudiro berharap loyalis Ganjar Pranowo ini terus membantu masyarakat Pulau Tunda untuk mempermudah mendapatkan akses kesehatan yang layak.

“Mudah-mudahan selanjutnya relawan Gardu Ganjar bisa membantu masyarakat Pulau Tunda soal masalah kesehatan,” ucapnya.

Dia juga berharap Ganjar Pranowo bisa memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan warga Pulau Tunda jika nanti terpilih sebagai presiden Indonesia.

“Mudah-mudahan, Pak Ganjar terpilih menjadi presiden dan bisa membantu warga Pulau Tunda khususnya di bidang kesehatan,” katanya.

Pasien pengobatan gratis lainnya bernama Ratna berharap di wilayahnya mantri dan bidan diperkuat. Selain itu, fasilitas kesehatan seperti alat dan obat-obatan tersedia agar para warga tak perlu menyeberang laut.

“Kendalanya, kalau tidak ada mantri dan bidan, (pasien) dibawa ke rumah sakit di Serang. Kami berharap ada bidan dan mantri untuk berobat,” ucapnya.

sumber : Youtube.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi