Rabu, 24/04/2024 - 16:41 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Hukum bagi Wanita Istihadhah dan Kiat Hendak Sholat

ADVERTISEMENTS

Ilustrasi wanita berdoa setelah bersuci.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

 JAKARTA — Sebagian wanita ada yang mengalami keluarnya darah istihadhah. Bagaimana hukumnya dalam islam wanita yang mengalami istihadhah?

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Seperti dikutip dari Fiqh Thaharah berdasarkan Alquran dan Sunnah, Istihadhah adalah darah penyakit yang keluar dari mulut rahim yang paling bawah, baik keluar setelah haid atau tidak (Ad-Dima’at-Thabi’iyah).

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Darah istihadhah adalah darah yang keluar dari rahim wanita bukan di masa haid dan nifas. Darah istihadhah ini disebut juga darah penyakit, karenanya Muslimah yang mengeluarkan darah istihadhah tetap diwajibkan untuk sholat dan puasa, serta dibolehkan membaca Alqur’an.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Sering Konsumsi Makanan Olahan Bisa Mempercepat Menstruasi Anak

Darah haid umumnya berwarna merah kehitam-hitaman dan agak kental, pada saat keluar darah itu terasa panas, dan darah haid memiliki bau amis yang tajam.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

 

Sedangkan darah isthadhah, pada saat keluar darah itu berwarna merah cenderung pucat, bertekstur encer, dan baunya seperti bau darah pada umumnya.

Hukum bagi wanita istihadhah yakni wanita yang mengalami darah istihadhah tetap diwajibkan sholat, puasa dan hal-hal lainnya, sebagaimana yang berlaku bagi wanita yang suci.

Secara umum wanita yang terkena darah istihadhah dihukumi sebagai wanita suci. Kecuali jika hendak sholat, ada ketentuan khusus bagi mereka, yaitu :

Berita Lainnya:
Empat Tempat Suci di Makkah

Setiap kali hendak sholat hendaknya dia bersihkan kemaluannya untuk menghilangkan apa yang keluar darinya lalu dia gunakan pembalut untuk mencegah keluarnya darah, setelah itu dia berwudhu apabila telah masuk waktu sholat yang akan dia laksanakan. Darah yang keluar setelah itu, tidak dianggap membatalkan wudhunya.

Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam kepada Fatimah binti Abi Hubaisy yang terkena istihadhah :

..ثم توضئي لكل صلاة و صلي..

“Maka berwudhulah untuk setiap sholat, lalu sholatlah…” (Muttafaqalaih)

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi