Jumat, 19/04/2024 - 04:42 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Perusahaan Pertahanan Israel Pasok Senjata Canggih ke Junta Myanmar?

ADVERTISEMENTS

Junta Myanmar. ilustrasi

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

 ISTANBUL– Dua perusahaan pertahanan Israel dilaporkan telah menjual senjata berteknologi canggih kepada pihak Junta Myanmar menyusul kudeta militer di negara tersebut. Menurut sebuah laporan di surat kabar Israel Haaretz pada hari Selasa (5/9/2023), Israel Aerospace Industries (IAI) dan Elbit Systems diduga telah menjual sistem pertahanan kepada pemerintah Myanmar setelah kudeta militer hingga tahun 2022.  

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Laporan tersebut mengklaim bahwa IAI menjual sistem pertahanan udara ke Myanmar, sementara Elbit Systems juga menjual senjata pertahanan udara dan senapan mesin selama periode yang sama. “Senjata-senjata itu dikirim dari Pelabuhan Ashdod Israel ke Pelabuhan Yangon Myanmar,” demikian ungkap laporan itu, dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (6/9/2023).

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Menyulap Istana Versailles Jadi Arena Olimpiade

Myanmar telah dilanda rentetan kekerasan militer melawan kelompok sipil, ditambah krisis ekonomi sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi. Kekerasan berlanjut, di mana Junta militer melancarkan tindakan keras terhadap kelompok etnis minoritas dan mereka yang berbeda pendapat sejak 2021. 

Berita Lainnya:
Jepang Larang Ekspor 164 Jenis Barang ke Rusia

Pengambilalihan kekuasaan oleh militer memicu protes massal, dengan pasukan junta menewaskan lebih dari 1.500 orang dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, sebuah kelompok pemantau lokal. 

 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

sumber : Anadolu Agency

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi