Minggu, 25/02/2024 - 08:12 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Mengapa Nabi Muhammad tidak Diciptakan Pertama Kali?

ADVERTISEMENT

Ilustrasi ribuan orang mengumandangkan shalawat untuk Nabi Muhammad.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

 JAKARTA — Dalam pandangan Islam, Nabi Muhammad SAW memang tidak diciptakan pertama kali oleh Allah SWT di muka bumi ini. Dia bukan penciptaan pertama dalam arti fisik, tetapi ruh Nabi Muhammad telah diciptakan sejak awal penciptaan alam semesta ini.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Jadi, jauh sebelum dunia dan seisinya diciptakan, Allah telah lebih dulu menciptakan ruh Nabi Muhammad. Ruh tersebutlah makhluk pertama yang Allah ciptakan. Sebagaimana hadits qusi yang disebut Syekh Abdul Qadir Jailani dalam kitab Sirrul Asrar, Allah berfirman, “Saya menciptakan ruh Muhammad SAW dari Cahaya wajah-Ku.”

ADVERTISEMENT

Dalam sejarah peradaban Islam, Allah SWT kemudian menciptakan manusia pertama, yaitu Nabi Adam AS. Setelah itu, Allah SWT mengutus nabi-nabi lain, termasuk Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan lainnya, sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam berbagai zaman dan tempat.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Perang Badar dan Kekuatan Supranatural yang Melampaui Kemampuan Manusia

Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir dalam pandangan Islam, yang diutus sebagai penutup para nabi. Dia diutus untuk membawa ajaran Islam kepada umat manusia dan memimpin mereka ke jalan yang benar.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

Lalu, Mengapa Nabi Muhammad tidak diciptakan pertama kali di bumi Ini?

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Dalam menjawab pertanyaan tersebut, Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Nurul Huda atau yang akrab disapa Gus Enha menjelaskan bahwa ruh Nabi Muhammad itu telah diciptakan jauh sebelum dilahirkannya Nabi Adam.

Berita Lainnya:
Mukjizat Nabi Muhammad, Mampu Sembuhkan Mata Sahabat yang Terkena Panah

Jadi, menurut dia, sebetulnya spiritual leadership yang ditanamkan dalam konsep kenabian dan kerasulan oleh Tuhan adalah kekuatan spiritual. Karena itu, spiritualitas kenabian itu telah dimulai dengan penciptaan ruhnya Nabi Muhammad.  

“Sehingga kemudian seluruh risalah kenabian sejak Adam sampai dengan Rasulullah itu telah dihinggapi oleh spiritualitas Muhammadiyah,” ujar Gus Enha saat ditemui Republika di sela-sela acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (19/9/2023).

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi