Rabu, 24/04/2024 - 09:01 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Lahan Kering di Bakauheni Terbakar, Diduga Api dari Layangan Baterai

ADVERTISEMENTS

Ilustrasi lahan terbakar.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

 BANDAR LAMPUNG – Lahan berisi tanaman kering terbakar di Dusun Kampung Jering, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, pada Kamis (28/9/2023) malam. Enam jam petugas berhasil memadamkan api yang diduga berasal dari percikan api layangan berbaterai tersangkut di kabel listrik.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Keterangan yang diperoleh dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Lampung Selatan, Jumat (28/9/2023), petugas Damkar diturunkan untuk memadamkan api yang terus menjalar  ke berbagai tempat. Api bisa dipadamkan selama enam jam sejak pukul 20.00.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Kebakaran dibenarkan Kepala Dinas Damkar Lampung Selatan M Sefri Masdian. Namun dia belum bisa menyebutkan api berasal dari dari mana. Diduga api berasal dari puntung rokok dan juga dari layangan yang tersangkut di kabel listrik dan terjadi arus pendek. “Benar, terjadi malam tadi,” katanya.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Penghasilan Pedagang Kemplang Naik Drastis Saat Arus Balik di Bakauheni

Berita kebakaran lahan kosong di Bakauheni ini menyebar di media sosial pada Jumat (29/9/2023). Pada musim kemarau ini, lahan terbakar semakin banyak terutama di lahan kosong yang tanamannya kering.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

“Itu kejadian semalam pas layanan tersangkut di kabel listrik, baterainya meledak karena kabel listrik. Ledakan apinya jatuh ke bawah yang isi bawahnya rumput di lahan yang sudah kering karena kemarau.

Layangan masih utuh karena layangan posisinya masih di atas tersangkut kabel listrik,” tulis akun FB Suly.

Berita Lainnya:
Merinding! Kisah Gadis Naik Bus Hantu dari Lampung ke Bekasi

Namun, beberapa warganet juga mencurigai api juga dapat berasal dari pembuangan puntung rokok di lahan yang kering akibat kemarau ini. “Puntung rokok kali, ini musim kemarau harus hati-hati membuang percikan api. Kalau layangan kayaknya gak mungkin,” kata akun FB Yuvita Asrie Astuty.

Menurut keterangan warga setempat, permainan layangan menggunakan baterai untuk menghiasi layangan dengan warna warni lampung marak di masyarakat. Main layangan malam hari pada musim kemarau, menjadi pilihan karena tidak akan rusak layangan dan baterainya.

“Kalau musim hujan tidak mungkin main layangan pakai lampu. Bisa cepat rusak kena air,” kata Syamsuri, warga Bakauheni.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi