JAKARTA – Juru Bicara Anies Baswedan, Geisz Chalifah merespons hasil survei LSI Denny JA terkait elektabilitas Anies merosot usai memilih Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres).
Menurutnya, survei yang dilakukan oleh LSI Denny JA tidak kredibel.
“Tidak, tidak (kredibel),” kata Geisz saat dihubungi Suara.com, Selasa (3/10/2023).
Sebab, Geisz mengaku beberapa bulan lalu pernah bertemu dengan Denny JA. Pada kesempatan itu, Denny JA mengatakan hanya Anies dan Ganjar yang bisa bertarung dalam Pilpres 2024 mendatang.
“Yang bisa saling mengalahkan hanya Anies dan Ganjar,” ucap Geisz menirukan perkataan Denny JA.
Namun, beberapa bulan kemudian mulai kejanggalan terjadi. Survei elektabilitas LSI Denny JA menggambarkan Prabowo berada di posisi tertinggi.
“Mungkin dia sudah dapat order baru. Tiba-tiba surveinya Prabowo tinggi sekali,” kata Geisz.
Geisz lalu mengungkit aib Denny JA saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.
Kala itu, survei LSI Denny JA menempatkan Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di posisi puncak.
“Pada saat putaran kedua, AHY tidak lolos,” ujar Geisz.
Denny JA disebut berusaha menemui Anies karena prediksinya tentang Pilkada DKI keliru.
“Agar dia tidak mendapat bad record, karena sebagai konsultan politik, dia sudah gagal membantu AHY,” jelas Geisz.
Geisz mengatakan Denny JA buru-buru langsung ingin mendukung Anies. Padahal di masa itu, Denny JA selalu memuat komentar negatif tentang Anies.
“Caranya berkali-kali menghubungi saya untuk bisa bertemu dengan Anies,” ungkapnya.
Pada akhirnya, Denny JA berhasil menemui Anies berkat bantuan Geisz. Namun, jika nantinya hal serupa terjadi di Pilpres 2024. Geisz memastikan tak ada pintu untuk Denny JA.
“Saya akan katakan. no! Tidak untuk yang kali ini,” sebut Geisz.
Hasil Survei LSI Denny JA
Sebelumnya, LSI Denny JA menyajikan elektabilitas khususnya bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan pada hasil survei terbarunya. Hasilnya, elektabilitas Anies malah merosot dari Agustus ke September 2023.
Dari hasil survei yang disajikan, terpampang elektabilitas ketiga bakal capres sejak Januari 2023. Pada bulan tersebut, elektabilitas Anies sebesar 22,1 persen.
Elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu kian merosot pada bulan-bulan berikutnya. Seperti pada Agustus 2023, di mana Anies hanya mampu mengumpulkan elektabilitas sebesar 19,7 persen.
Angka itu kian mengecil pada bulan berikutnya. Padahal di awal September, Anies menjadi bakal capres pertama yang mendeklarasikan cawapres pilihannya yakni Cak Imin.































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler