Sabtu, 02/03/2024 - 10:39 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Umat Kristen di Jalur Gaza

 JAKARTA — Pada 20 Oktober lalu, bom tentara zionis Israel telah menghancurkan Gereja Santo Porphyrius. Serangan bom penjajah Israel menewaskan sedikitnya 18 orang dari ratusan Muslim dan Kristen yang saat itu sedang berlindung di gereja tertua di Jalur Gaza tersebut. 

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

Gereja Santo Porphyrius selama ini menjadi saksi sejarah hubungan harmonis antara Muslim dan Kristen Palestina. Bahkan, gereja yang dibangun sejak dua ribu tahun lalu tersebut tetap terjaga hingga di bawah kekuasaan Islam.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

Juru bicara Gereja Santo Porphyrius, Kamel Ayyad, menyebut mayoritas jemaatnya berasal dari Gaza sendiri. Sisanya adalah mereka yang mengungsi ke Gaza setelah pembentukan paksa negara Israel yang membuat sekitar 700.000 warga Palestina terusir pada 1948. Sebuah peristiwa yang mereka sebut sebagai Nakba atau “malapetaka”.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Umat Kristen di Gaza telah berkurang dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini hanya ada sekitar 1.000 orang yang tersisa. Jumlahnya menurun drastis dari 3.000 orang yang terdaftar pada tahun 2007.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional
Berita Lainnya:
China Sebut Kematian Alexei Navalny Urusan Internal Rusia

 

ADVERTISEMENTS

‘’Menjadi sangat sulit bagi orang-orang untuk tinggal di sini,” kata Ayyad, seperti dikutip dari laporan Aljazeera, menceritakan salah satu penyebab penurunan jumlah umat Kristen di Gaza.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Blokade darat, udara, dan laut yang dilakukan Israel, memaksa warga Kristen akhirnya memilih mengungsi dari Jalur Gaza. Blokade tak berperikemanusiaan dari pemerintah apartheid Israel membuat wilayah Gaza sering dilanda kemiskinan. 

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh

‘’Banyak orang Kristen akhirnya pergi ke Tepi Barat, Amerika, Kanada atau negara Arab lainnya,’’ kata Ayyad. ‘’Mereka mengungsi untuk mencari pendidikan dan kesehatan yang lebih baik.’’

Keluwesan Beribadah

Sebagian besar umat Kristen Gaza menganut Kristen Ortodoks Yunani. Sementara sebagian kecil lainnya beribadah di Gereja Kudus Katolik dan Gereja Baptis Gaza. 

Ada keluwesan dan keleluasaan dalam komunitas Kristen hidup dan beribadah di Gaza, dengan banyak keluarga yang terdiri dari anggota dari berbagai denominasi. Fadi Salfiti, yang keluarganya mengungsi dari Nablus ke Gaza pada tahun 1948, menghadiri semua peribadatan gereja.

Berita Lainnya:
Pasukan Israel Bunuh Tahanan yang Diborgol

‘’Pada hari Ahad pagi, kami pergi ke gereja Ortodoks. Di sore hari, kami pergi ke gereja Katolik. Dan, pada malam hari, kami pergi ke gereja Protestan,’’ katanya.

Salfiti sedang menghadiri sebuah konferensi pemuda di Madrid ketika Israel melancarkan serangan darat pada tahun 2008. Hingga saat ini, ia masih berada di Spanyol di mana ia bekerja sebagai pelatih manajemen. 

Serangan terhadap Gereja Saint Porphyrius menewaskan tiga anak sepupunya. Majd (10 tahun), July (12 tahun), dan Suhail (14 tahun) tewas dalam serang bom Israel yang tak lagi memandang rumah ibadah umat agama apapun.

Piala Dunia U-17 Indonesia mulai berlangsung sejak 10 November hingga 2 Desember 2023.
Segera beli dan dapatkan tiket resmi pertandingan Piala Dunia U-17 di Jakarta, Bandung, Solo,
dan Surabaya di laman https://www.tickets-u17worldcup.com/matches

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi