Rabu, 17/04/2024 - 23:01 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Benjamin Netanyahu Tidak Terima Israel Disebut Negara Teroris oleh Erdogan

ADVERTISEMENTS

TEL AVIV – Perdana Menteri Negara Teroris Israel, Benjamin Netanyahu mengecam Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan karena menyebut Israel sebagai negara teroris. Dia menolak menerima pernyataan yang disebutnya sebagai ceramah apa pun dari Turki yang mendukung kelompok Palestina Hamas.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Ada kekuatan yang mendukung teroris. Dan salah satunya adalah Presiden Erdogan dari Turki yang menyebut Israel sebagai negara teror, namun sebenarnya mendukung negara teror Hamas,” ujar Netanyahu kepada surat kabar Yedioth Ahronoth.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Netanyahu menyatakan, Erdogan telah membom desa-desa Turki di dalam wilayah Turki. “Jadi kami tidak akan mendapat pelajaran apa pun dari mereka,” ujar klaimnya merujuk pada aksi militer Turki di wilayah Kurdi selama bertahun-tahun.

ADVERTISEMENTS

Menteri Luar Negeri Negara Teroris Israel Eli Cohen juga menanggapi komentar Erdogan dengan menyatakan Erdogan memutarbalikkan fakta dan berada di pihak yang salah karena bergabung dengan Iran, Lebanon, Suriah, dan Yaman. “Siapa pun yang menjadi tuan rumah bagi kelompok teroris dan mendorong organisasi teroris tidak boleh mengajarkan moralitas kepada… Israel,” ujarnya.

Berita Lainnya:
Kelaparan, Warga Gaza Masak Rumput untuk Berbuka Puasa

Kementerian Luar Negeri Turki menolak fitnah tidak berdasar yang disampaikan oleh Netanyahu. Ankara mengatakan, bahwa para pejabat Tel Aviv tidak punya hak untuk membicarakan undang-undang tersebut.

“Pejabat Israel, yang telah memasuki halaman gelap sejarah dengan penindasan dan pembantaian yang dilakukan terhadap rakyat Palestina, tidak punya hak untuk membicarakan undang-undang tersebut…,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dikutip dari Alarabiyah.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki, Netanyahu dan Cohen merasa tidak nyaman dengan kebenaran yang diungkapkan. Namun pernyataan tersebut tidak dapat menutupi kejahatan keduanya.

“Pemerintah Israel, yang telah kehilangan legitimasi mereka dalam hati nurani kemanusiaan, tidak akan mampu menyembunyikan kejahatan yang dilakukan dengan membom rumah sakit dan membunuh perempuan dan anak-anak di depan seluruh dunia dan tidak akan mampu untuk menyembunyikannya dengan mengalihkan perhatian,” kata Kementerian Luar Negeri Turki.

Erdogan mengatakan sebelumnya, bahwa Turki akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa para pemimpin politik dan militer yang membantai orang-orang di Gaza diadili di pengadilan internasional. Dia pun menyebut Israel sebagai negara teroris.

Berita Lainnya:
Rakyat Dunia Semakin Sadar Siapa Israel, Aktivis Pro Palestina Brussel Tuntut Setop Perang

“Jika Israel terus melakukan pembantaian, maka negara ini akan dianggap sebagai ‘negara teroris yang dikutuk secara universal’ di seluruh dunia,” kata Erdogan.

Erdogan pun menyoroti tentang ancaman menjatuhkan menjatuhkan bom nuklir di Gaza.

“Tidak peduli apa yang Anda miliki, Anda akan binasa,” ujarnya mengacu pada pernyataan Menteri Warisan Israel Amihai Eliyahu tentang opsi melancarkan serangan nuklir di Jalur Gaza.

Menurut Erdogan, Tentara Teroris Israel membunuh bayi di inkubator, menghujani orang tak bersalah dengan bom, dan mengusir orang dari rumahnya. Tel Aviv pun menjatuhkan hukuman mati dengan memutus air, makanan dan bahan bakar.

“Tidak peduli berapa banyak bom nuklir yang Anda miliki atau apa pun yang Anda miliki, Anda akan segera tersingkir. Mereka yang telah kehilangan segalanya dalam hal etika, hati nurani, dan kehormatan bukanlah manusia, mereka hanya bisa menjadi monster,” katanya.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi