Sabtu, 20/04/2024 - 18:19 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Setelah Berhenti 20 Tahun, Disbud DKI Ekskavasi Kembali Benteng di Pulau Onrust

ADVERTISEMENTS

 JAKARTA — Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta melakukan ekskavasi kembali di Pulau Onrust, Kabupaten Kepulauan Seribu, setelah sempat terhenti 20 tahun lebih lamanya. Tujuan ekskavasi untuk menggali peninggalan sejarah, seperti sisa bangunan benteng dan benda lainnya dari berbagai periode sejarah kolonial Belanda.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Kegiatan ekskavasi ini dilakukan selama 14 hari. Dari 8 November hingga 22 November 2023. Itu juga tidak menggali terus, kita juga melakukan analisis, pendataan dan pelaporan,” kata Kepala Tim Ekskavasi Arkeologi Disbud DKI, Candrian Attahiyat saat ditemui di Pulau Onrust pada Rabu (15/11/2023).

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Candrian menjelaskan, benteng pertama di Pulau Onrust dibangun pada 1656. Benteng berbentuk bersegi empat dan hanya dilengkapi dua bastion dengan courtine yang tidak panjang. 

ADVERTISEMENTS

Bastion adalah pos pengamanan di sudut bangunan benteng yang menjorok keluar dengan denah segi empat atau trapesium. Sedangkan courtine adalah dinding yang menghubungkan antara dua bastion. Benteng awal ini dibongkar diperluas menjadi bangunan benteng besar secara bertahap dimulai pada 1671. 

Berita Lainnya:
Rocky Gerung Sudah 64 Tahun, Saudaranya 2 Orang, Adik Perempuannya Baru Meninggal 2 Hari Lalu

Dalam sejarahnya, benteng tersebut dibongkar oleh pasukan Kolonial Belanda karena mereka akan membangun benteng lebih besar secara bertahap dimulai pada 1671. Benteng besar ini digambarkan dalam peta buatan 1744 karya JW Heydt berbentuk segi lima dengan bastion di masing-masing sudut.

“Sisa-sisa Benteng Onrust yang terbuat dari batu, karang dan kayu tersebut masih terlihat di permukaan seperti dijelaskan pada denah Pulau Onrust yang digambarkan oleh JW Heydt,” kata Candrian.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Menurut dia, hasil penemuan benteng dan fasilitas lain sebelumnya ini belum selesai sehingga harus dilakukan ekskavasi lebih lanjut. Misalnya, membuktikan titik lokasi akses keluar masuk dan batas-batas bastion benteng pertahanan Pulau Onrust mengacu kepada denah Pulau Onrust yang digambarkan oleh JW Heydt tahun 1744.

“Pembuktian titik-titik akses keluar masuk dan batas-batas bastion benteng diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan pelestarian cagar budaya di Pulau Onrust dan dapat mendukung narasi edukasi kepada masyarakat yang berkunjung nantinya,” ujar Candrian.

Berita Lainnya:
Hasto: Ketika Dunia Pusing, Jokowi Asyik Lanjutkan Abuse of Power

Pantauan Republika.co.id saat mengunjungi Pulau Onrust, terdapat museum yang menyimpan barang-barang bersejarah peninggalan Belanda. Ada pula bangunan barak karantina haji. Sebab, dahulu kala, jamaah haji berangkat ke Arab Saudi melalui jalur laut harus singgah di Onrust. Saat kembali ke Indonesia, jamaah haji juga wajib dikarantina di situ.

Ada juga tempat penampungan air bersih, makam para Belanda dan penjara Nelanda. Pohon-pohon tinggi menjuntai mengelilingi seluruh bangunan-bangunan Belanda. 

Saat Republika.co.id berkeliling di pulau tersebut, ada beberapa pengunjung yang sedang memancing. Suasana pun menjadi menenangkan dan teduh di tengah embusan angin pantai, terlebih terdengar suara burung berkicau beberapa kali. 

Piala Dunia U-17 Indonesia mulai berlangsung sejak 10 November hingga 2 Desember 2023.
Segera beli dan dapatkan tiket resmi pertandingan Piala Dunia U-17 di Jakarta, Bandung, Solo,
dan Surabaya di laman https://www.tickets-u17worldcup.com/matches

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi