DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Bicara Pembantaian oleh Teroris Israel kepada Warga Gaza, Abu Salem: Hidup atau Mati, Menyerah Bukan Pilihan

Ia mengatakan tidak ada waktu baginya dan tenaga medis lainnya untuk beristirahat.

Jumlah korban terluka semakin bertambah, hingga para dokter berada di bawah tekanan yang sangat besar.

“Tidak ada hari di mana kami dapat beristirahat,” kata dia.

“Jumlah korban terluka tidak pernah berkurang. Itu sebabnya saya menjadi sukarelawan, karena saya tahu para dokter berada di bawah tekanan yang sangat besar dan situasinya sangat sulit.”

Berita Lainnya:
Sekolah Negeri tapi Berbayar, Kasus Siswa SD di NTT Ternyata Dipungut Rp1,2 Juta per Tahun

Kassab mengatakan, RS Shuhada Al-Aqsa hampir mengalami kehancuran total dalam layanannya.

Tanpa peralatan bedah, bahan bakar, pasokan medis, atau personel yang memadai, para tenaga medis tidak akan mampu merawat pasien lagi, katanya.

“Tentu saja, saya di sini untuk melayani rakyat saya, dan saya tidak menyesalinya sedetik pun,” ujar Kassab.

Berita Lainnya:
Iran Lumpuhkan Operasi Intelijen Mossad: Eksekusi Mata-Mata dan Kegagalan Strategi "Perang Bayangan" Israel

“Tetapi, situasi di Jalur Gaza sangat buruk.”

image_print
1 2 3

Reaksi

Berita Lainnya