Minggu, 25/02/2024 - 10:12 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Gara-gara Perang dengan Hamas, Pertumbuhan Ekonomi Israel Melambat

ADVERTISEMENT

BANDA ACEH – Perekonomian Israel diperkirakan akan melambat dengan pertumbuhan ditaksir hanya mencapai 2 persen di 2023 ini, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,7 persen.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Hal tersebut diumumkan Kementerian Keuangan Israel pada Kamis (23/11), dengan penurunan yang diyakini terjadi karena konflik bersenjata antara Israel dan Hamas.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Sementara, untuk proyeksi pertumbuhan di  2024, Kementerian Keuangan Israel memproyeksikan pertumbuhan hanya mencapai 1,6 persen, jika perang masih berlanjut hingga awal tahun tersebut.

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Timnas Amin dan TPN Ganjar-Mahfud Sepakat Bakal Gugat Kecurangan Pemilu

Namun, terdapat kemungkinan pemulihan yang lebih cepat dengan pertumbuhan hingga 2,2 persen jika perang tersebut berakhir.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

Sebelum pecahnya perang, Israel awalnya berencana untuk meningkatkan proyeksi pertumbuhan tahunannya menjadi 3,4 persen, tetapi dampak langsung perang telah mengakibatkan pemangkasan sebesar 1,4 point persentase, karena banyaknya sentimen publik terhadap Tel Aviv.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

“Faktor utama yang membebani pertumbuhan adalah sentimen konsumen yang buruk yang kemungkinan besar akan berdampak pada belanja swasta yang datar, yang merupakan pendorong pertumbuhan utama Israel. Sementara ekspor diperkirakan akan turun 0,6 persen tahun ini,”  kata kementerian.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action
Berita Lainnya:
Tunjangan Pegawai Bawaslu Naik Jelang Pencoblosan, Jubir AMIN: Politisasi Kewenangan

Perekonomian Israel pada 2022 diketahui telah bertumbuh sebesar 6,5 persen, namun situasi perang telah menciptakan bola api sendiri bagi ekonomi Tel Aviv. 

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi