Senin, 27/05/2024 - 23:01 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Ahli: Ciri Lesi Cacar Monyet Berbeda dengan Lesi yang Lain

Kasus Monkeypox/cacar monyet (ilustrasi).

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

JAKARTA — Ahli Infeksi dan Penyakit Tropis Pada Anak RSUD Jayapura Dokter Irma Rezky Ratu mengungkapkan ciri-ciri lesi atau luka pada kulit yang terkena infeksi akibat cacar monyet (Mpox) berbeda dengan lesi infeksi penyakit lain. Lesi atipikal yang terkait dengan cacar monyet cenderung sering muncul di daerah genital atau oral. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

“Hal ini menjadi salah satu pembeda dari jenis lesi yang timbul akibat infeksi ini,” kata Irma dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat (1/12/2023).

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Dia mengatakan sejauh ini ciri khas lesi atipikal tersebut belum jelas untuk diidentifikasi sebagai lesi yang berasal dari penyakit Mpox. Namun, kata dia, yang perlu diperhatikan adalah adanya kontak dengan penderita atau mereka yang diduga terkena Mpox.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
Kena Malaria, Mengapa Ibu Hamil Bisa Sampai Anemia dan Melahirkan Sebelum Waktunya?

“Hal itulah yang dapat menimbulkan kecurigaan bahwa lesi tersebut terkait dengan penyakit cacar monyet,” ujarnya.

Menurut Irma penting untuk memperhatikan kelompok usia dan faktor orientasi seksual pasien yang terinfeksi. Sebagian besar kasus terjadi pada kelompok laki-laki usia produktif 18-40 tahun yang memiliki hubungan seksual dengan sesama jenis.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Jumlahnya sekitar 90 persen. Jadi, selain faktor kontak, kita perlu memeriksa apakah pasien termasuk dalam kelompok ini atau tidak,” katanya.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Langkah pemeriksaan berikutnya adalah mengirimkan spesimen yang diambil dari pasien ke laboratorium untuk melakukan penelitian mendalam.

ADVERTISEMENTS

Proses itu bertujuan untuk mengidentifikasi dengan lebih detail jenis infeksi atau penyakit yang mungkin dialami oleh pasien tersebut dengan analisis yang lebih mendalam di laboratorium.

ADVERTISEMENTS

“Namun yang terpenting, kita perlu mencari informasi terkait kontak atau riwayat perjalanan pasien ke daerah atau negara yang tengah mengalami wabah cacar monyet.” kata Irma.

Berita Lainnya:
Cegah Penyakit Saat Pancaroba, Dokter Anjurkan Anak Pakai Masker di Keramaian

Pada Selasa (28/11/2023), Kementerian Kesehatan mengonfirmasi jumlah kasus cacar monyet atau Mpox di Indonesia mencapai 59 kasus, dengan 36 kasus di antaranya telah sembuh.

Kemenkes juga tengah melakukan pembelian 4.000 dosis vaksin Mpox guna mengantisipasi adanya estimasi kasus yang dapat mencapai lebih dari 3.000 kasus pada tahun ini.

sumber : antara

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi