Minggu, 25/02/2024 - 21:40 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

GADGETTEKNOLOGI

Berisiko, Laptop atau Ponsel yang Sudah tak Dipakai Sebaiknya Jangan Dijual

ADVERTISEMENT

Pengguna ponsel (Ilustrasi). Pemilik ponsel atau laptop disarankan tidak menjual gawai bekasnya.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

JAKARTA — Ketua Tim Insiden Siber Sektor Keuangan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Sandromedo Christa Nugroho mengatakan gadget lawas seperti laptop, ponsel, maupun gawai lainnya yang sudah tidak terpakai lebih baik tidak dijual. Apa alasannya?

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

“Saya menyarankan ke masyarakat kalau misalkan memiliki laptop bekas, HP bekas, itu lebih baik jangan dijual, lebih baik dibiarkan hingga rusak,” kata dia ditemui di Jakarta, Kamis (30/11/2023).

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Pengguna Apple Vision Pro Meminta Pengembalian Dana, Ada Apa?

Saran itu disampaikan karena rupanya pihak-pihak tidak bertanggung jawab dapat mengambil data dan informasi yang tersimpan dalam segala jenis elektronik dengan mudah, sekalipun data tersebut sudah dihapus. Sandromedo mengatakan, recovery atau pemulihan data dapat dilakukan pada perangkat elektronik, meskipun data tersebut telah dihapus dari bak sampah (trash bin) maupun riwayat data terhapus bila pada ponsel.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Nissan Kembangkan Robot untuk Tenangkan Bayi Saat Berkendara

Sandromedo menjelaskan, sejatinya terdapat dua jenis memori pada elektronik, yakni memori volatile, dan memori non-volatile. Memori volatile merupakan jenis memori dalam komputasi yang membutuhkan daya untuk menyimpan informasi yang disimpan, seperti memori jangka pendek (random-access memory/RAM).

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

“Data yang tersimpan pada RAM akan tidak aktif atau hilang ketika gawai tersebut mati,” ungkap Sandromedo.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

sumber : Antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi