Selasa, 27/02/2024 - 01:57 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Israel Pegang Kendali Masuknya Bantuan Medis ke Jalur Gaza

ADVERTISEMENT

Foto yang disediakan tentara Prancis ini menunjukkan staf medis merawat korban luka pemboman di Jalur Gaza di atas kapal pengangkut helikopter Prancis Dixmude, Selasa, 28 November 2023 di pelabuhan El

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

GAZA — Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf Al-Qudra menyatakan, Israel mengendalikan masuknya bantuan medis penting ke Jalur Gaza yang terkepung. Dia menyerukan agar sistem kesehatan di Gaza dilindungi agar dapat menjalankan layanan vitalnya.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Hal tersebut diperlukan mengingat volume bantuan medis yang masuk ke rumah sakit belum mencapai tingkat yang diinginkan. Dilansir Middle East Monitor, Jumat (12/1/2023), dia menekankan perlunya memfasilitasi pemindahan ratusan warga Palestina yang terluka keluar dari Gaza untuk menyelamatkan nyawa mereka.

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Enam Catatan Ibnu Batutah Selama Menjelajahi Palestina

Bantuan medis memang diizinkan memasuki Jalur Gaza selama gencatan senjata sementara yang berlangsung selama tujuh hari. Namun nyatanya Israel memeriksa dan mengontrol barang-barang mana yang diizinkan masuk ke wilayah tersebut dan menetapkan ke mana bantuan tersebut dapat dikirimkan.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

Akibatnya, Kota Gaza dan daerah lain di Gaza utara sebagian besar terputus dari pasokan medis dan bantuan kemanusiaan lainnya bahkan selama jeda kemanusiaan.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

Sekjen PBB Antonio Guterres bahkan menyampaikan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu bahwa tingkat bantuan yang dikirim sama sekali belum memadai untuk memenuhi kebutuhan besar lebih dari 2 juta orang.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Meski ada gencatan senjata, hampir tidak ada perbaikan dalam akses warga di wilayah utara terhadap air karena sebagian besar fasilitas produksi air utama ditutup karena kekurangan bahan bakar dan beberapa juga karena kerusakan.

Berita Lainnya:
Utusan Afsel untuk PBB: Rafah Berubah Jadi 'Kamp Pengungsi de Facto'

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menuturkan, PBB dan personelnya di Jalur Gaza tidak akan meninggalkan upaya memberikan bantuan kemanusiaan dalam keadaan apa pun, katanya.

“Tentu saja, apa yang ingin kami lihat adalah kelanjutan dari situasi yang kita alami saat ini di mana tidak ada pertempuran sehingga kita dapat menjangkau lebih banyak orang dengan volume yang lebih besar,” kata Dujarric.

Terkait serangan terhadap fasilitas kesehatan di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki ditanggapi dengan keprihatinan. “Fasilitas kesehatan tidak boleh digunakan dalam pertempuran,” katanya.

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi