Selasa, 27/02/2024 - 00:11 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Soal Jokowi Minta Kasus Setnov Dihentikan, PSI Tagih Bukti Agus Rahardjo

ADVERTISEMENT

Ketua KPK periode 2015-2019 Agus Rahardjo.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

JAKARTA — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta mantan Ketua KPK, Agus Rahardjo menyampaikan bukti dan atau saksi untuk mendukung tuduhannya tersebut. Hal itu untuk membuktikan pernyataan Agus bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penghentian kasus E-KTP yang melibatkan Ketua DPR saat itu Setya Novanto (Setnov).

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Ketua DPP PSI, Ariyo Bimmo mengatakan, semua orang bisa saja menyampaikan sesuatu, tapi harus dibarengi bukti dan saksi. Dia menilai, tuduhan tanpa bukti dan saksi tidak pantas dilakukan oleh seorang mantan ketua KPK.

ADVERTISEMENT

“Jika tidak dibarengi bukti dan atau saksi itu bisa menjadi dusta, fitnah atau hoax. Pak Agus mantan pimpinan lembaga terhormat, silakan menyodorkan, publik menunggu,” kata Bimmo kepada Republika.co.id di Jakarta, Jumat (1/12/2023).

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Ibarat Suporter Sepak Bola, Pendukung Amin Tak Harapkan Imbalan

Bimmo turut mempertanyakan alasan Agus baru menyampaikan pernyataan itu saat memasuki masa kampanye Pilpres 2024. Padahal, Agus memiliki sangat banyak pilihan waktu dan kesempatan untuk menyampaikan tuduhan yang berat seperti itu. “Kenapa baru sekarang,” ujar Bimmo.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

Apalagi, ia mengingatkan, Agus saat ini ikut berkontestasi dalam Pileg 2024 sebagai salah satu calon anggota DPD RI. Bimmo berharap, apa yang dilakukan Agus tidak dalam rangka menarik perhatian publik.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action
Berita Lainnya:
KSP Moeldoko Sebut Dekarbonisasi Peluang Indonesia Bangun Ekonomi Hijau

Bimmo juga meminta Agus mampu memberikan teladan kepada masyarakat dengan berbicara hanya berdasarkan bukti. “Di saat kita membutuhkan pemilu tanpa hoax, tuduhan-tuduhan tanpa bukti akan sangat merusak,” kata Bimmo.

Sebelumnya, mantan Ketua KPK, Agus Rahardjo, mengungkapkan pengalaman dimarahi Presiden Jokowi terkait kasus korupsi megaproyek E-KTP. Hal itu disampaikan saat Agus menjadi narasumber program Rosi di Kompas TV.

Agus mengaku, sempat dipanggil untuk menghadap Presiden Jokowi. Namun, ia mengaku heran karena biasanya dipanggil lengkap, tapi kala itu dipanggil sendiri tanpa empat komisioner KPK, serta tidak melewati ruang wartawan.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi