Selasa, 27/02/2024 - 21:58 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

20 Negara Tingkatkan Energi Nuklir Global pada 2050

ADVERTISEMENT

 DUBAI — Lebih dari 20 negara, termasuk Jepang dan Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (2/12/2023) berjanji untuk melipatgandakan kapasitas energi nuklir dunia pada 2050 untuk mengurangi emisi karbon global, menurut pernyataan mereka.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Deklarasi tersebut, yang disiarkan oleh Departemen Energi AS, menunjuk pada “peran penting energi nuklir dalam mencapai emisi gas rumah kaca net zero global” dan dikeluarkan pada sesi ke-28 Konferensi Para Pihak pada Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim, atau COP28, yang sedang berlangsung di Uni Emirat Arab.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Negara-negara yang mendukung deklarasi tersebut juga termasuk Inggris, Kanada, Prancis, Korea Selatan, Ukraina dan Uni Emirat Arab. Dalam deklarasi tersebut, mereka mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama untuk melipatgandakan kapasitas nuklir pada tahun 2050 dari tingkat 2020.

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Lewat Berbagai Upaya, Pertamina Patra Niaga Berperan Aktif Mengurangi Emisi Karbon

Namun, pernyataan tersebut mendapat kritik dari para aktivis iklim. Dalam siaran pers oleh 350.org, sebuah organisasi lingkungan hidup internasional, juru kampanye asal Jepang Masayoshi Iyoda mengatakan bahwa Jepang perlu “berhenti menggunakan krisis iklim untuk membenarkan kecanduannya terhadap energi nuklir sementara Jepang mengizinkan industri padat karbon untuk memperpanjang proyek fosil.”

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

Pemerintah Jepang mengeluarkan undang-undang pada awal tahun ini yang mengizinkan reaktor nuklir di negara tersebut beroperasi melampaui batas 60 tahun yang berlaku saat ini dan memperkirakan sekitar 20-22 persen energinya akan berasal dari energi nuklir pada tahun fiskal 2030.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
China-AS Bahas Situasi Semenanjung Korea Akibat Uji Rudal Korut

RUU tersebut bertujuan untuk memastikan pasokan energi yang memadai bagi negara tersebut, di mana penggunaan tenaga nuklir telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setelah krisis nuklir 2011 di pembangkit listrik Fukushima Daiichi di timur laut Jepang.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Krisis tersebut menyebabkan penutupan semua reaktor nuklir, dengan sebagian besar masih tidak beroperasi karena reaktor tersebut harus memenuhi standar keselamatan yang lebih ketat yang diberlakukan setelah bencana sebelum reaktor dapat beroperasi kembali.

 

 

sumber : Antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi