Senin, 04/03/2024 - 08:33 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

OTOMOTIF
OTOMOTIF

Agresifnya Produsen Mobil China Ekspansi ke Luar Negeri 

BEIJING-SAIC, produsen mobil terbesar di China berdasarkan penjualan, bermitra dengan konglomerat India JSW Group untuk meningkatkan kinerja merek MG di India, salah satu pasar otomotif terbesar di Asia.

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

JSW akan mengakuisisi 35 persen saham MG India dengan jumlah yang tidak diungkapkan, berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani keduanya pekan lalu di London, Inggris.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

Kemitraan ini, yang menandai langkah pertama JSW dalam industri otomotif, akan memungkinkan MG memperluas operasinya di pasar lokal India.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Presiden SAIC Wang Xiaoqiu mengatakan kedua mitra akan bekerja sama untuk menghadirkan inovasi dan produk terbaik guna mencapai kesuksesan yang lebih besar bagi MG di India.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional

MG India, yang didirikan oleh SAIC pada tahun 2017, meluncurkan model pertamanya, Hector, pada tahun 2019.

ADVERTISEMENTS

Penjualan perusahaan dari Januari hingga Oktober tahun ini mencapai 52 ribu unit, naik 29,7 persen dibandingkan tahun lalu, menempati peringkat ke delapan di pasar India.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
IIMS 2024 Bukukan Transaksi Rp 3,1 Triliun dalam Sembilan Hari
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Kemitraan SAIC dengan JSW merupakan salah satu upaya terbaru produsen mobil China untuk memperluas kehadiran global mereka.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh

Sementara itu, pekan lalu, pabrik pertama startup kendaraan listrik Neta di luar negeri mulai beroperasi di Thailand.

Startup tersebut mengatakan setelah dimulainya produksi skala besar pada kuartal pertama tahun 2024, kapasitas produksi tahunan pabrik tersebut diperkirakan akan mencapai 20 ribu kendaraan.

“Fasilitas ini akan berfungsi sebagai pusat manufaktur utama untuk kendaraan listrik Neta, khususnya model kemudi kanan, yang memenuhi kebutuhan mobilitas ramah lingkungan di Thailand dan pasar yang lebih luas,” kata perusahaan rintisan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Sejak kedatangannya di Thailand pada tahun 2022, startup ini telah mengirimkan lebih dari 12 ribu kendaraan ke negara tersebut pada pertengahan November tahun ini.

Pada tahun 2024, startup tersebut berencana memperluas jaringan penjualan globalnya hingga mencakup 50 negara dan wilayah serta mendirikan 500 outlet layanan penjualan di luar negeri.

Berita Lainnya:
Memasuki Babak Baru 'Diplomasi Panda'

Sedangkan Changan mengumumkan pekan lalu bahwa mereka sedang membangun pabrik kendaraan energi baru di Rayong, Thailand, yang akan memproduksi 200 ribu kendaraan per tahun, dengan kendaraan pertama yang diluncurkan dari jalur perakitan pada tahun 2025.

Produsen mobil milik negara ini memperkenalkan model di bawah lini Deepal, Avatr dan Nevo ke negara tersebut. Pada tahun 2030, mereka akan memiliki 15 model NEV di pasar Thailand.

“Kendaraan Tiongkok, terutama kendaraan energi baru, semakin populer di pasar luar negeri,” kata Asosiasi Produsen Mobil Tiongkok.

Statistik dari CAAM menunjukkan bahwa lebih dari 3,92 juta kendaraan buatan China dikirim ke luar negeri dalam 10 bulan pertama tahun ini, tumbuh 59,7 persen dibandingkan tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, 995 ribu merupakan NEV, dua kali lipat angka pada periode yang sama tahun lalu.

 

sumber : Chinadaily.com

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi