Selasa, 27/02/2024 - 00:38 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Bagaimana Cara Kerja Cuci Darah?

ADVERTISEMENT

Dokter memegang sampel darah (ilustrasi). Proses cuci darah biasanya dilakukan tiga kali dalam sepekan dan akan berlangsung selama empat jam pada setiap prosedurnya.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

 JAKARTA — Hemodialisis merupakan jenis prosedur cuci darah yang paling umum, prosedur ini bekerja menggunakan mesin bernama dialisis. Bagaimana cara kerjanya?

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Konsultan Ginjal Hipertensi RS Medika Permata Hijau, dr Hery Emria, SpPD-KGH, menjelaskan proses penyaringan dilakukan dengan mengalirkan darah melalui jarum dan tabung yang disambungkan ke lengan Anda.

ADVERTISEMENT

“Darah tersebut kemudian akan dialirkan ke dalam mesin dialisis untuk disaring,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (6/12/2023).

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

Di dalam mesin, darah akan diedarkan melalui filter dialyzer, yang memindahkan limbah ke dalam larutan dialisis yang mengandung air, garam, dan zat tambahan lainnya. Dalam tahap ini, darah akan tersaring dan zat-zat bahaya akan dibuang sehingga darah akan dalam keadaan bersih dan siap dimasukan ke dalam tubuh kembali.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
Tips Menurunkan Berat Badan dengan Cara yang Sehat dan Positif  

Darah yang telah disaring kemudian akan dialirkan kembali ke tubuh melalui jarum yang berbeda di lengan Anda. Selama proses ini berlangsung, dokter maupun petugas kesehatan akan terus memantau tekanan darah Anda untuk menyesuaikan seberapa cepat darah mengalir masuk dan keluar dari tubuh Anda.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Apakah ada risiko dan efek samping dari cuci darah? Setelah proses cuci darah dilakukan, tekanan darah mungkin akan turun menjadi rendah, ini mungkin juga bisa menimbulkan rasa mual, pusing atau bahkan pingsan. Namun tidak perlu khawatir karena semua kondisi Anda akan selalu di monitor dan ditangani oleh dokter.

Berita Lainnya:
Makin Glowing dan Awet Muda, Ternyata Ini Ritual Skincare Tom Lembong, Cuma Air dan Kain Lap?

Adapun beberapa efek samping lain dari hemodialisis meliputi nyeri dada atau nyeri punggung, sakit kepala, kulit yang gatal, kram otot dan sindrom kaki gelisah.

Beberapa risiko dan komplikasi dalam cuci darah juga bisa terjadi seperti infeksi pada tempat suntikan, aliran darah yang buruk, atau penyumbatan dari jaringan parut atau bekuan darah, namun ini jarang terjadi dan bisa ditangani oleh dokter.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi