Selasa, 27/02/2024 - 21:19 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Beberapa Aksi Kekerasan yang Melibatkan Zionis Israel dan Muslim Palestina di Al Aqsa

ADVERTISEMENT

 YERUSALEM — Aktivis sayap kanan Yahudi akan berunjuk rasa menuntut diakhirinya pengelolaan situs suci itu di bawah pengelolaan Waqf. Tindakan yang akan melanggar hukum internasional ini bukan kali pertama terjadi.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Bahkan, tiga hari sebelum serangan infiltrasi Hamas ke perbatasan Israel pada 7 Oktober 2023, lusinan pemukim Israel telah memaksa masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa di wilayah pendudukan Yerusalem Timur.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Menurut Islamic Waqf Department, sejak awal bulan, mereka telah melakukan tur provokatif dari kompleks masjid mengikuti panggilan oleh kelompok-kelompok Yahudi ultranasionalis. Sedangkan polisi memberlakukan pembatasan usia dan mencegah pemuda Palestina memasuki masjid selama kegiatan itu.

ADVERTISEMENT

Kondisi serupa pun pernah terjadi pada 2019, pasukan Israel memasuki kompleks Masjid Al Aqsa bersama dengan ratusan orang Yahudi ultra-nasionalis. Tindakan ini pun memicu protes. Ini adalah pertama kalinya dalam sekitar 30 tahun bahwa orang Yahudi diizinkan masuk ke lokasi selama hari-hari terakhir pada Ramadhan yang bertepatan tahun ini dengan liburan nasional Israel dalam memperingati pengawasan atas kota tersebut.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Bertambah, AS Selidiki Penggunaan Fosfor oleh IDF

Direktur Masjid Al Aqsa saat itu Omar al-Kiswani menuduh Israel melanggar perjanjian untuk tidak mengizinkan kunjungan semacam itu selama hari-hari terakhir Ramadhan. Jika ditarik pada beberapa tahun lalu, provokasi yang meletus tidak hanya dilakukan oleh pemukim Yahudi, tetapi juga petugas keamanan.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

Contoh saja pada Mei 2011, pasukan keamanan Israel melakukan serangan di kompleks Al Aqsa yang melukai ratusan orang. Tindakan ini dilakukan ketika Muslim sedang melakukan solat di dalam masjid. Namun, pasukan keamanan tetap menembakkan granat setrum, gas air mata dan putaran logam berlapis karet saat penembak jitu mengambil posisi di atap.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

“Polisi Israel bergegas melalui semua gerbang al-Aqsa, mungkin 1.000 dari mereka, dan mereka mulai menembakkan peluru karet dan gas air mata,” kata salah satu jamaah yang berada di dalam masjid bernama Ibrahim.

Berita Lainnya:
IAEA Tegaskan Pembuangan Fukushima Sudah Sesuai Standar

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan pada momen itu, lebih dari 300 warga Palestina terluka. Sekitar 20 perwira Israel terluka.

Tindakan berani pemukim Yahudi dan petugas keamanan Israel tidak dipungkiri akibat dukungan pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Bahkan dalam peristiwa itu, dia membela tindakan pasukan keamanan dengan memujinya sebagai perjuangan yang adil.

Pada 2017, polisi Israel Masjid Al Aqsa pertama kali ditutup untuk melakukan solat Jumat. Menurut laporan Aljazirah, tindakan ini pertama kalinya dalam beberapa dekade bahwa kompleks itu ditutup untuk beribadah pada Jumat.

Para polisi juga menahan pemimpin Muslim Yerusalem Sheikh Mohammad Ahmed Hussein yang menentang tindakan penutupan tersebut. Tindakan itu pun memicu protes dan pekan berikutnya Israel pun mencabut penutupan kompleks Al Aqsa. 

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi