Senin, 04/03/2024 - 09:07 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Pegal-Pegal Bisa Jadi Gejala Awal Kanker Tulang, Begini Penjelasannya

JAKARTA — Belum lama ini, viral di media sosial video seorang wanita yang berbagi kisah mengenai pergelutannya dengan kanker tulang. Dalam video tersebut, sang wanita bercerita bahwa gejala awal yang dia rasakan sebagai pasien kanker tulang adalah pegal-pegal biasa di area tangan.

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

Seiring waktu, intensitas rasa pegal yang dia rasakan semakin terasa tidak wajar. Hingga pada suatu titik, dia merasakan tangannya seperti lumpuh dan tidak bisa bergerak. Wanita tersebut lalu terdiagnosis dengan kanker tulang jenis osteosarcoma.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

Menurut American Cancer Society (ACS), keluhan pegal atau nyeri muncul karena tumor ganas yang tumbuh di tulang pasien. Rasa nyeri pada tulang juga dikenal sebagai gejala paling umum dari osteosarcoma.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Pada orang berusia muda, tumor osteosarcoma paling sering tumbuh di sekitar lutut atau lengan atas. Akan tetapi, tumor ganas ini sebenarnya bisa muncul di area tulang lainnya.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional

“Pada awalnya, rasa nyeri mungkin tidak konstan dan bisa terasa memburuk di malam hari,” lanjut ACS, seperti dikutip oleh Republika.co.id melalui laman resminya pada Kamis (7/12/2023).

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Beri Pertolongan Korban Tersambar Petir, Amankah Menyentuh Tubuhnya?

Seiring dengan berkembangnya penyakit, keluhan rasa nyeri akan semakin meningkat. Rasa nyeri ini bisa terasa lebih kuat ketika pasien melakukan aktivitas. Tak jarang, pasien akan mengalami kesulitan berjalan bila tumor ganas menjangkiti tulang kaki.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Gejala umum lain yang kerap muncul dalam kasus osteosarcoma adalah bengkak. Pembengkakan ini dipicu oleh tumor ganas yang membesar di area tulang. Terkadang, benjolan tumor ini bisa terasa bila diraba.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh

Sayangnya, keluhan pegal-pegal atau nyeri dan bengkak di area tungkai merupakan keluhan yang umum. Keluhan-keluhan ini juga bisa ditemukan pada beragam kondisi selain kanker. Selain itu, anak dan remaja yang aktif juga kerap merasakan keluhan pegal-pegal dan nyeri di tungkai mereka akibat beraktivitas.

Oleh karena itu, kemunculan gejala pegal-pegal atau nyeri dan bengkak pada kasus osteosarcoma kerap terabaikan. Kemunculan gejala-gejala ini jarang diperiksakan langsung ke dokter, sehingga penegakkan diagnosis kanker tulang berpotensi terlambat.

“Bila anak Anda mengalami gejala-gejala ini dan tidak membaik selama beberapa pekan, atau bahkan memburuk, segera pergi ke dokter sehingga penyebabnya bisa diketahui dan diobati bila perlu,” ungkap ACS.

Berita Lainnya:
Kenali Gejala Kanker pada Anak

Hal serupa juga diungkapkan oleh National Health Service (NHS). Dalam kasus kanker tulang, keluhan nyeri atau pegal di tulang biasanya dimulai dengan rasa nyeri ketika area tulang yang terkena kanker disentuh.

Seiring waktu, rasa sakit tersebut bisa menjadi lebih persisten. Tak jarang, rasa nyeri muncul ketika beristirahat di malam hari.

Karena gejalanya yang sangat umum, terkadang gejala kanker tulang disalahartikan sebagai gejala arthritis pada orang dewasa. Sedangkan pada anak-anak serta remaja, gejala nyeri pada kanker tulang sering dikaitkan dengan keluhan biasa pada anak-anak dan remaja.

NHS juga menyoroti beberapa gejala kanker tulang lain yang tampak umum namun perlu diwaspadai. Gejala tersebut adalah demam tinggi, penurunan berat badan tanpa sebab, dan berkeringat tanpa alasan di malam hari.

NHS mengimbau agar orang-orang berkonsultasi dengan dokter bila merasakan keluhan nyeri tulang yang tak kunjung mereda atau malah memburuk. Semakin cepat kanker tulang ditemukan dan diobati, semakin baik pula peluang pengobatannya.

sumber : ACS, NHS

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi