Senin, 04/03/2024 - 08:58 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Sifilis Bisa Menyerang Mata, Gejalanya Seperti Apa?

JAKARTA — Sifilis atau raja singa dikenal sebagai infeksi menular seksual (IMS) yang biasanya mengenai area kelamin, rektum, atau mulut. Selain di area-area tersebut, sifilis juga ternyata bisa menyerang mata.

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

Sifilis yang mengenai mata dikenal sebagai sifilis okuler. Prevalensi kasus sifilis pada mata hanya sekitar 1 persen dari total kasus sifilis. Namun, kasus nyata yang terjadi di masyarakat diperkirakan lebih tinggi dari angka tersebut.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

Sifilis okuler bisa memunculkan gejala yang mirip dengan masalah mata lain. Karena itu, kondisi ini tak jarang salah terdiagnosis sebagai penyakit mata lain.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Kesalahan diagnosis tersebut dapat membuat sifilis okuler terus berkembang dan menyebabkan lebih banyak masalah kesehatan. Padahal bila ditemukan sejak dini, sifilis okuler dapat diobati dan disembuhkan dengan mudah.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional
Berita Lainnya:
Pemahaman Orang Tua Terkait Nutrisi Jadi Kunci Cegah Stunting Pada Anak

“Bila terdeteksi, kondisi ini bisa diobati secara cepat dengan antibiotik,” ungkap profesor di bidang oftalmologi dari University of Southampton, Prof Andrew Lotery, seperti dilansir Metro pada Kamis (7/12/23).

ADVERTISEMENTS

Sifilis okuler yang tidak diobati bisa memicu terjadinya kerusakan pada berbagai jaringan di mata. Jaringan-jaringan di mata yang bisa terkena sifilis okuler mencakup kornea, iris, orbit, retina, saraf optik, sklera, hingga kelopak mata.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Individu yang terkena sifilis okuler bisa merasakan beragam gejala. Menurut laman resmi Eye Contact, beberapa gejala tersebut adalah mata merah, sensitif terhadap cahaya, sakit pada mata, dan penurunan ketajaman penglihatan.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Masih Pakai Talenan Plastik untuk Potong Makanan? Ini Risikonya untuk Kesehatan

Bila mengenai retina, sifilis okuler bisa memunculkan gejala yang mirip seperti penyakit genetik bernama retinitis pigmentosa. Jika dokter salah mendiagnosis sifilis okuler sebagai retinitis pigmentosa, pasien mungkin tidak akan mendapatkan terapi yang signifikan karena tidak ada terapi spesifik untuk menyembuhkan retinitis pigmentosa.

“(Bila tak terdiagnosis dan diobati) sifilis okuler dapat menyebabkan penurunan ketajaman penglihatan termasuk kebutaan permanen,” ungkap Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seperti dikutip dari laman resminya.

Selain memicu kerusakan pada berbagai jaringan di mata, sifilis okuler yang tidak diobati juga dapat menyebabkan komplikasi pada organ lain. Salah satu organ yang bisa ikut terkena adalah otak.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi