Selasa, 27/02/2024 - 00:39 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Tolak Gubernur Jakarta Ditunjuk Presiden, Surya Paloh Keluarkan Perintah Keras untuk Semua Kader NasDem

ADVERTISEMENT

NasDem-surya-paloh-menjawab-pertanyaan-kader-partai-nasdem-pada-acara-hut-ke-12-partai-nasdem-di-nasdem-tower-jakarta-sabtu-11112023_375_211.webp” width=”640″/>BANDA ACEH  – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menanggapi polemik adanya klausul gubernur Jakarta ditunjuk presiden dalam Rancangan Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (RUU DKJ) terus menjadi sorotan sejumlah pihak.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

 Klausul gubernur Jakarta ditunjuk presiden dalam Rancangan Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (RUU DKJ) itu kini menjadi bola panas di tengah masyarakat. 

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Paloh menilai klausul pemilihan kepala daerah khusus, khususnya posisi gubernur DKJ, melalui mekanisme pemilihan langsung oleh seorang presiden adalah sebuah langkah yang gegabah, tidak menghargai kehidupan demokrasi yang telah berlangsung selama hampir 25 tahun. 

ADVERTISEMENT

Dia lantas memerintahkan Fraksi NasDem di DPR RI menolak klausul gubernur Jakarta ditunjuk presiden dalam Rancangan Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (RUU DKJ) tersebut. 

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Tudingan PBNU Memihak Paslon Tertentu, Gus Yahya: Terserah Saja, Ndak Urusan!

“Memerintahkan Fraksi Partai NasDem untuk menolak RUU DKJ sepanjang klausul mekanisme pemilihan gubernur DKJ diserahkan langsung kepada pejabat presiden,” tegas dia, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (8/12/2023). 

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

Dirinya berharap porsi tetap posisi gubernur Jakarta dilakukan melalui pemilihan kepala daerah (pilkada), serta pemilihan anggota DPRD dilaksanakan melalui mekanisme demokrasi, kemudian posisi wali kota dan bupati dipilih dan ditetapkan oleh gubernur terpilih.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

“Inilah kekhasan yang dimiliki oleh Kota Jakarta, selama ini merujuk pada kenyataan wilayah, Politik, dan kebutuhan faktualnya sebagai kota terbesar di Tanah Air,” bebernya. 

 Di samping itu, Paloh berpendapat Jakarta telah lama menjadi daerah khusus dalam kehidupan bernegara di Indonesia. 

Pilkada adalah salah satu mekanisme yang dibangun demi manifestasi demokrasi dalam kehidupan politik maka tidak sepatutnya praktik politik yang menjadi amanat Reformasi 98 ini diubah dengan semena-mena. 

Berita Lainnya:
Riset Real Count KPU, Timnas AMIN Temukan Banyak Bukti Penggelembungan Suara

Sejak Kemerdekaan RI Tahun 1945, bahkan sebelum proklamasi dikumandangkan, Jakarta telah dipilih oleh mayoritas penduduk negeri ini untuk menjadi pusat pemerintahan, perniagaan, hingga kebudayaan. 

“Memberikan status khusus kepada Jakarta lewat RUU Daerah Khusus Jakarta (DKJ) adalah sikap yang penuh hikmat dan kebijaksanaan,” tutur dia. Sebelumnya, rapat paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12/2023), mengesahkan RUU DKJ menjadi RUU usul inisiatif DPR RI. 

Dari sembilan fraksi yang ada di DPR RI, Fraksi PKS menyatakan tidak menyetujui pengesahan RUU DKJ tersebut. Setelah disahkan, RUU DKJ akan dibahas bersama pemerintah

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi