Jumat, 19/04/2024 - 04:38 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Mendag Sebut Industri Lokal tak Terancam Meski TikTok Shop Buka Lagi

ADVERTISEMENTS

JAKARTA — Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyatakan, industri dalam negeri tidak mungkin lagi bisa terancam meski Tiktok Shop kembali dibuka. Itu karena, kata dia, kini sudah ada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Apa yang kita atur? Satu, barang-barang (impor) yang akan dijual, kalau makanan harus ada izin edar, kalau beauty harus ada izin dari BPOM, kalau dia elektronik harus ada layanan purna jual dan SNI,” ujarnya saat ditemui di Tokopedia Tower, Jakarta, Selasa (12/12/2023).

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Dukung Musisi Indonesia, TikTok Luncurkan TikTok Rising Indonesia

Produi impor makanan, lanjutnya, juga harus bersertifikat halal. Maka menurut dia, tidak mungkin lagi bisa langsung dijual ke konsumen.

ADVERTISEMENTS

Penjualan cross border pun, sambung Zulkifli, tidak boleh lagi dilakukan. Itu karena, semua barang impor yang masuk harus melalui Bea Cukai.

“Kalau dulu dari luar negeri bisa langsung ke rumah (konsumen),” katanya. Ia menambahkan, ada beberapa barang dari luar negeri yang boleh langsung masuk ke Tanah Air tanpa harus lewat Bea Cukai.

Barang tersebut, kata dia, disebut positive list. Ada empat jenis positive list meliputi buku, film, software, dan musik.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil
Berita Lainnya:
Kemendag: Harga CPO Naik Dipengaruhi Minyak Nabati di China dan AS

“Yang lainnya nggak boleh dibeli langsung. Jadi sekarang nggak mungkin lagi langsung sudah diatur Permendag,” tegasnya.

Lewat aturan itu, lanjut Zulkifli, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa mengambil peluang masuk ke ekosistem digital. Baginya, saat ini tidak cukup jika UMKM hanya memiliki toko offline.

Dengan masuk ke e-commerce atau toko online, jelas Zulkifli, pasar UMKM lebih luas. Bahkan bisa ekspor atau promosi ke luar negeri tanpa harus membawa barang atau membuka toko di negara lain.

“Ini ekosistem yang kita bangun, e-commerce kasih manfaat industri dalam negeri. Manfaatkan sebaik-baiknya,” tutur dia.

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi