Senin, 27/05/2024 - 23:11 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ACEH

Soal Rohingya, Aburazak: Pemerintah Pusat Harus Sigap

HARIANACEH.co.id|Banda Aceh – Sekretaris Jenderal Partai Aceh (PA), Kamaruddin Abubakar yang akrab disapa Aburazak kembali mengingatkan Pemerintah Pusat untuk cepat tanggap mengatasi persoalan pengungsian Rohingya yang berada di Aceh.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Seharusnya ditangani sedari awal, jangan menunggu setelah muncul persoalan-persoalan baru di Aceh setelah kedatangan pengungsi Rohingya,” kata Aburazak di Banda Aceh, Kamis (28/12/2023).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Aburazak menambahkan, seribuan lebih pengungsi sudah ada di Aceh dan rakyat Aceh sudah banyak membantu pengungsi Rohingya. “Bahkan dengan bergotongroyong, bahu membahu membantunya. Apalagi ini sesama muslim. Namun kemudian terjadilah sejumlah gesekan-gesekan.”

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

“Dimulai dengan provokasi di media sosial, postingan-postingan tentang pengungsi buang makanan, mogok makan, dan minta tempat tinggal yang layak, dan banyak lagi,” ujar Aburazak.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Akhirnya, muncul penolakan-penolakan dari masyarakat Aceh. “Inilah yang saya katakan agar Pemerintah Pusat, seperti Mahfud, agar cepat bertindak. Jangan setelah ada masalah baru bikin pernyataan yang menyudutkan Aceh,” katanya.

Berita Lainnya:
Menggelegar, Habib Bahar bin Smith Ungkapkan Rasa Senangnya Usai PDIP 'Nyungsep' di Pilpres 2024

“Jangan cuma pandai membuat pernyataan di media, namun tidak berbuat apa-apa untuk pengungsi Rohingya di Aceh,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Aburazak menyoroti pernyataan Menteri Polhukam, Mahfud MD, yang membandingkan bantuan dunia untuk Aceh pasca Tsunami dengan pengungsian Rohingya. Mahfud berbicara hal itu kepada sejumlah media di Jakarta.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

“Bahwa di situ ada aspek kemanusiaannya, itu sangat benar. Namun, persoalan antara tsunami dan pengungsi Rohingya adalah dua situasi yang berbeda,” kata Aburazak.

ADVERTISEMENTS

Dijelaskan bahwa, bencana Tsunami memiliki rentang waktu yang terjangkau dalam memulihkan Aceh. “Di sini juga melibatkan seluruh dunia, di antaranya NGO dan juga negara-negara lain, bahkan juga banyak sekali bantuan dari rakyat Indonesia sendiri untuk Aceh,” katanya.

ADVERTISEMENTS

Jadi, kata Aburazak, untuk Tsunami Aceh punya perencanaan yang jelas untuk rehabilitasi di Aceh. ”Saya yakin Mahfud sebagai seorang professor tentu lebih memahami bagaimana proses rehabilitasi pasca Tsunami. Jangan lupa Thailand juga mengalami hal yang sama. Jadi sebetulnya dunia itu menolong Indonesia, dalam hal ini Aceh,” katanya.

Berita Lainnya:
Said Imammudin Pimpin Komunitas Film Trieng Periode 2024

Lalu mengenai pengungsi Rohingya, menurut Aburazak, Mahfud harus memberikan pernyataan yang adil juga. “Jangan juga membuat pernyataan menyudutkan rakyat Aceh. Selama ini rakyat Aceh sudah membantu pengungsi Rohingya dengan ikhlas, tentu dengan bantuan semampunya masyarakat Aceh,” kata Aburazak.

Aburazak mengatakan penanganan pengungsian Rohingya perlu perhatian khusus Pemerintah Pusat. “Pemerintah harus segera bertindak. Jangan setelah muncul gesekan seperti sekarang ini, baru teriak. Mestinya dari awal sudah peduli soal ini, bukannya membiarkan saja.”

“Kecuali jika Aceh adalah negara yang berdiri sendiri maka wajar jika Mahfud bicara seperti itu. Jadi nggak adil bagi Aceh. Sebab Aceh kan sudah diklaim sebagai bagian dari Indonesia, jadi Mahfud mengatakan untuk dirinya sendiri sebagai bagian dari Pemerintah Pusat,” pungkas Aburazak. []

Artikel Soal Rohingya, Aburazak: Pemerintah Pusat Harus Sigap pertama kali tampil pada HARIANACEH.co.id.

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi