Minggu, 21/04/2024 - 02:46 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Tingkat Pengangguran di Malaysia Kembali ke Level Sebelum Pandemi

ADVERTISEMENTS

KUALA LUMPUR — Departemen Statistik Malaysia (DOSM) melaporkan tingkat pengangguran pada November 2023 turun 3,3 persen. Dengan demikian, tingkat pengangguran kembali ke level sebelum pandemi Covid-19 yang tercatat sebanyak 569,2 ribu orang menganggur.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Kepala Statistik Malaysia Mohd Uzir Mahidin mengatakan kinerja angkatan kerja negara itu menunjukkan peningkatan pada November 2023. Selain itu, pertumbuhan ekonomi positif dengan terus meningkatnya jumlah orang yang bekerja, sementara pengangguran terus menurun.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Jumlah angkatan kerja terus mencatatkan peningkatan pada November 2023, naik 0,2 persen secara bulanan menjadi 17 juta orang (Oktober 2023 sebanyak 16,97 juta orang). “Sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja pada November 2023 masih sebesar 70,1 persen, sama seperti bulan sebelumnya,” kata Mohd Uzir dalam keterangan media yang dikeluarkan di Putrajaya, Rabu (10/1/2024).

ADVERTISEMENTS

Ia juga menyampaikan, jumlah penduduk bekerja di Malaysia pada November 2023 terus meningkat dengan peningkatan 0,2 persen secara bulanan mencapai total 16,43 juta orang dibandingkan bulan sebelumnya (Oktober 2023 sebanyak 16,40 juta orang).

Berita Lainnya:
Negara Arab Desak Semua Penyeberangan Perbatasan Israel-Gaza Dibuka

Di sisi lain, jumlah pengangguran pada November 2023 terus menunjukkan penurunan, yakni berkurang 0,3 persen menjadi 569,2 ribu orang (Oktober 2023 570,9 ribu orang). Menurut dia, tingkat pengangguran pada bulan tersebut turun ke level sebelum pandemi sebesar 3,3 persen dibandingkan 3,4 persen pada bulan lalu.

Dari total penduduk yang bekerja pada November 2023, sebanyak 75,3 persen masuk dalam kategori pekerja. Kategori tersebut tercatat meningkat tipis sebesar 0,1 persen menjadi 12,37 juta orang (Oktober 2023, 12,35 juta orang).

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Pada saat yang sama, dikatakan bahwa kategori populasi wiraswasta berada dalam tren meningkat sebesar 0,3 persen menjadi 2,99 juta orang (Oktober 2023, 2,99 juta orang).

Jika ditilik dari sektor ekonomi, jumlah orang yang bekerja di sektor jasa terus meningkat, terutama pada kegiatan informasi dan komunikasi, jasa makanan dan minuman, dan transportasi dan penyimpanan.

Begitu pula dengan sektor pengolahan, konstruksi dan pertambangan dan penggalian juga menunjukkan peningkatan jumlah penduduk bekerja pada November 2023. Sementara itu, sektor pertanian mencatat penurunan jumlah penduduk bekerja pada bulan yang sama.

Berita Lainnya:
Penderita Covid-19 Terlama di Dunia Wafat Setelah 613 Hari Sakit, Kena Varian Super-Mutant

Mohd Uzir mengatakan mereka yang siap bekerja dan sedang aktif mencari pekerjaan atau aktif menganggur, mencapai 79,9 persen dari total pengangguran. Kategorinya turun 0,6 persen menjadi 454,5 ribu orang (Oktober 2023 457,2 ribu orang).

Selanjutnya, masa pengangguran bagi penganggur aktif, 61,8 persen merupakan mereka yang menganggur kurang dari tiga bulan, sedangkan 6,3 persen adalah mereka yang menganggur jangka panjang lebih dari setahun.

Sedangkan pengangguran non-aktif atau yang berpendapat tidak tersedia lapangan kerja meningkat 0,8 persen menjadi 114,7 ribu orang (Oktober 2023, 113,8 ribu orang). Meskipun menghadapi tantangan global, menurut dia, struktur ekonomi Malaysia yang beragam dan fundamental yang kuat telah mendukung pertumbuhan ekonomi yang stabil.

“Pasar tenaga kerja Malaysia juga menunjukkan momentum pertumbuhan yang stabil selama periode 11 bulan pada 2023, dengan peningkatan penduduk bekerja dan penurunan angka pengangguran,” katanya.

sumber : Antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi