Jumat, 19/04/2024 - 04:36 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Penyakit X Berpotensi Picu Pandemi Berikutnya, Vaksinnya Sudah Ada?

ADVERTISEMENTS

Vaksin (ilustrasi). Ilmuwan tengah mengembangkan vaksin untuk penyakit X.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

JAKARTA — Para ahli kesehatan dari seluruh dunia saat ini bertemu untuk membahas penyakit yang mereka khawatirkan dapat memicu pandemi berikutnya. Para pejabat berkumpul di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dengan salah satu agendanya adalah cara mengantisipasi penyakit X.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Dilansir Express, Rabu (17/1/2024), penyakit X sebenarnya merupakan nama pengganti untuk virus yang sangat serius yang akan datang. Penyakit ini merupakan ancaman mikroba yang belum diketahui, namun serius dan dapat menyebabkan pandemi global.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Jenis Diet Ini Terbukti Kurangi Risiko Demensia pada Kalangan Muda

Nama penyakit X pertama kali diciptakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2018. Sejak itu, penyakit ini masuk dalam daftar penyakit yang menjadi perhatian bersama dengan virus seperti SARS, Ebola, dan Zika.

Tetapi, WHO hanya mengatakan penyakit X mewakili pengetahuan bahwa epidemi internasional yang serius disebabkan oleh patogen yang saat ini tidak diketahui menyebabkan penyakit pada manusia. Ada pula yang mengatakan penyakit ini bisa menular seperti campak dengan tingkat kematian Ebola.

 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Penyakit X juga berpotensi menginfeksi orang 20 kali lebih banyak dibandingkan pandemi Covid-19. Menurut Evening Standard, para ilmuwan prihatin dengan penyakit misterius ini dan sudah mengembangkan vaksin.

Berita Lainnya:
Warga Jepang Tuntut Pemerintah Terkait Efek Samping Vaksin Covid-19

Hal ini dilaporkan dilakukan di kompleks laboratorium pemerintah Porton Down di Wiltshire, Inggris. Lab ini dijalankan oleh kampus sains dan teknologi pertahanan UK Health Security Agency (UKHSA) di Inggris Raya.

“Dalam arti tertentu, kita beruntung dengan Covid-19, meskipun faktanya penyakit ini menyebabkan 20 juta atau lebih kematian di seluruh dunia. Intinya adalah sebagian besar orang yang terinfeksi dengan virus berhasil pulih,” kata mantan Ketua Gugus Tugas vaksin UK, Kate Bingham.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi