Kamis, 30/05/2024 - 17:32 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Hari Paling Mematikan Bagi IDF di Gaza, 22 Tentara Tewas dalam Sehari pada 22 Januari

KHAN YOUNIS — Sebanyak 22 tentara Israel (IDF) dilaporkan tewas menyusul ledakan besar di Gaza pada Senin (22/1/2024). Angka itu disebut-sebut menjadi jumlah kematian terbesar yang dialami IDF dalam sehari selama perang Israel-Hamas sejak 7 Oktober 2023.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Berdasarkan laporan Al Arabiya dilansir the Mirror, puluhan tentara Israel itu tewas dalam rangkaian ledakan dua gedung, sebuah tank yang menjadi target Hamas, dan pemboman sebuah terowongan yang semuanya terjadi di Khan Younis, Gaza selatan. Rangkaian peristiwa itu terjadi bersamaan dengan upaya IDF memperluas jajahannya di selatan Kota Gaza, di mana pejabat Palestina melaporkan, tentara IDF juga menyerbu sebuah rumah sakit.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Khan Younis menjadi fokus serangan IDF sejak awal pekan ini lantaran mereka yakin, para komandan Hamas berkumpul di di wilayah itu. Pada Ahad (21/1/2024), militer Israel mengklaim menemukan ruang bawah tanah di Khan Younis yang mereka yakini sebagai tempat Hamas menempatkan sandera.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Joe Biden Tolak Keputusan ICC untuk Keluarkan Surat Penangkapan Netanyahu

Sejauh ini, sebanyak 195 tentara IDF telah tewas menyusul operasi darat di Gaza. Sejalan dengan operasi militer itu, seperti dilaporkan Menteri Kesehatan Paletina, lebih dari 25 ribu warga Gaza telah terbunuh.

 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Seiring dengan terus bertambahnya jumlah tentara IDF yang tewas, pemerintah Benjamin Netanyahu kini mendapatkan tekanan besar baik dari rakyatnya sendiri dan negara sekutu untuk membuat kesepakatan damai baru dengan Hamas. Namun, Netanyahu seperti dikutip the Express kemarin, menegaskan, bahwa dirinya tidak menerima proposal perdamaian dari Hamas terkait pertukaran sandera.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Berbicara dalam wawancara dengan saluran televisi Israel, Channel 12, mantan perwira dan Ombudsman IDF untuk Pengaduan Prajurit, Mayor Jenderal (Purnawirawan) Yitzhak Brik, mengatakan, Israel harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak dapat memenangkan perang di Gaza. Brik berpendapat, satu-satunya pilihan yang tersedia bagi Israel adalah menerima kesepakatan pertukaran sandera dan tahanan dengan Hamas. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Kecelakaan Bus Pariwisata di Ciater Bikin DPR Geram, Minta Kemenhub Beri Sanksi Tegas: Banyak Sekali Pelanggaran yang Dilakukan

Brik mengungkapkan, meskipun pasukan Israel sudah menghancurkan 1.100 bukaan terowongan Hamas di Gaza, masih terdapat ribuan terowongan tambahan dan ratusan kilometer di antaranya. Menurutnya, jika dilema itu tak diselesaikan, kemenangan atas Hamas tidak akan tercapai.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
ADVERTISEMENTS

Brik pun sempat ditanya apakah mengendalikan perbatasan dan Poros Philadelphi bisa menghasilkan kemenangan dalam pertempuran melawan Hamas. Ia pun menjawab, “Perang tidak dapat dimenangkan. Kita harus menghadapi kebenaran. Menurut pendapat saya, sangat sulit saat ini untuk melemahkan Hamas, dan hal yang paling mudah adalah adalah mendapatkan kembali mereka yang diculik.”

ADVERTISEMENTS

 

 

 

sumber : Antara, Reuters

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi