Jumat, 19/04/2024 - 16:56 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Nyamuk Wolbachia Rencana Bisnis Farmasi Dunia? Komjen Dharma Sebut Permintaan Bill Gates

ADVERTISEMENTS

BANDA ACEH – Komisaris Jenderal Polisi, Drs. Dharma Pongrekun, S.H., M.M., M.H. kembali angkat bicara soal penyebaran nyamuk ber-Wolbachia.Menurut Jenderal Polisi Bintang Tiga tersebut, penelitian dan penyebaran nyamuk Wolbachia merupakan salah satu persoalan yang patut dipertanyakan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Orisinalitas penelitian nyamuk untuk kemudian disuntikkan dengan Wolbachia, menurut Dharma tidak lain karena permintaan dari Bill Gates dan Melinda Foundation.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Seperti halnya dengan negara lain di dunia, penelitian Wolbachia di Indonesia juga ditengarai memiliki hubungan erat dengan desain sekelompok masyarakat.

ADVERTISEMENTS

Menurut Dharma, selain dianggap bisa menurunkan tingkat kematian akibat DBD; penyebaran nyamuk ber-Wolbachia juga berdampak pada ekosistem sekitar.

“Karena di dalam kehidupan normalnya ada kompetitor yang bernama Nyamuk Culex, nyamuknya naik jadi merusak ekosistem,” ungkap Dharma.

Berita Lainnya:
MK Pastikan Hakim Anwar Usman tak skan Ikut Sidang Sengketa Pemilu  

Adanya gejala peningkatan satu nyamuk yang berdampak merusak ekosistem, menurut Dharma merupakan bagian dari rencana sistem perekonomian dunia.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Dengan mempersiapkan pasar secara luas bernama gejala penyakit atau wabah, maka produsen atau perusahaan farmasi dengan mudah memasarkan penawar sakit.

Berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri ataupun karena faktor hewan menurut Dharma tidak secara langsung berdampak pada manusia.

Belum adanya kesadaran kolektif mengenai kemampuan tubuh dalam penyembuhan diri, menjadikan manusia dengan mudah menjadi bagian dari industri farmasi.

Semakin seseorang bergantung pada obat, manusia akan lupa bahwa dalam dirinya mampu memproduksi hormon, enzim dan imun yang merupakan default dari Pencipta.

“Sistem ekonomi seperti itu, semuanya konsep industri, dari ujung kepala sampai kaki jadi industri, dan paling enak cari duit dari tubuh manusia,” ungkap Dharma.

Berita Lainnya:
Ada Dugaan Megawati Tersandera Kasus yang Menyerat Suami Puan hingga Hak Angket Tidak Berjalan

Menurut Dharma, industri dunia yang menjadikan manusia sebagai produk dimulai dari adanya pengklasifikasian manusia di bidang industri pendidikan.

Dengan semakin banyaknya manusia-manusia fakultatif, maka ego-ego sektoral atau disiplin ilmu setiap kaum terpelajar akan menjadi runcing.

Persaingan-persaingan yang sering dipertontonkan, menurut Dharma merupakan bentuk hilangnya kesadaran manusia secara kolektif.

Penyebaran penyakit, baik yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk, virus, bakteri atau penularan hewan menurut Dharma merupakan siklus ekonomi farmasi.

Dengan terus menanamkan rasa takut ke alam bawah sadar manusia akan suatu penyakit, pengusaha kesehatan bisa lebih mudah mendapat perhatian.

“Orang yang ngasih obat dengan yang membuat obat nggak saling tahu, karena hanya melihat daftar bahan-bahannya saja,” ungkap Dharma. ***

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi