Jumat, 19/04/2024 - 16:51 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Hampir 100 Migran Tewas di Mediterania pada Januari 2024

ADVERTISEMENTS

Beberapa dari 600 migran yang diselamatkan dengan kapal pukat sekitar 100 mil dari pantai Sisilia tiba di pelabuhan Catania, Italia, Rabu (12/4/2023). Kapal tersebut dikawal oleh

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

JENEWA — Hampir seratus orang tewas atau hilang di kawasan Mediterania Tengah dan Timur sejak awal 2024, kata menurut Organisasi Migran Internasional (IOM) pada Senin (29/1/2024). “Satu kematian pun terlalu banyak,” kata Direktur Jenderal IOM Amy Pope.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Pope mengatakan catatan terbaru mengenai kematian dan migran yang hilang tersebut merupakan pengingat bahwa pendekatan komprehensif mencakup jalur yang aman dan teratur adalah satu-satunya solusi yang akan menguntungkan para migran dan negara.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Israel Masih Pikir-pikir untuk Balas Serangan Iran

Ia menggarisbawahi pendekatan komprehensif itu merupakan pilar strategis utama bagi IOM, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan migrasi.

“Jumlah total (mereka yang tewas atau hilang) dua kali lebih tinggi dibandingkan angka pada periode yang sama pada 2023, tahun paling mematikan bagi migran di Laut Eropa sejak 2016,” kata IOM melalui pernyataan.

Berita Lainnya:
Tim Medis Suarakan Kondisi Mengerikan Rumah Sakit di Gaza

 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Pernyataan itu menyebutkan Pope menghadiri Konferensi Italia-Afrika di Roma, Italia, untuk membahas solusi yang bertujuan melindungi migran ketika jumlah orang yang diperkirakan meninggal atau hilang sedang meningkat.

Menurut Proyek Para Migran yang Hilang, yang dijalankan IOM, jumlah migran yang tewas dan hilang setiap tahun di seluruh kawasan Mediterania terus meningkat dari 2.048 orang pada 2021 menjadi 2.411 (2022). Angka itu melonjak jadi 3.041 sampai akhir 2023.

sumber : Antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi