UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALASIA

Politik Filipina Memanas, Duterte Ancam Gulingkan Presiden Ferdinand Marcos Jr

Konstitusi 1987, yang sarat dengan perlindungan untuk mencegah kediktatoran, mulai berlaku setahun setelah ayah Marcos digulingkan oleh pemberontakan “kekuatan rakyat”. Penggulingan ini didukung tentara di tengah tuduhan penjarahan dan kekejaman hak asasi manusia selama pemerintahannya.

Dalam beberapa pekan terakhir, para pendukung Duterte dibuat marah oleh laporan mengenai kunjungan mendadak penyelidik Pengadilan Kriminal Internasional bulan lalu yang menyelidiki pembunuhan yang meluas selama tindakan keras anti-narkoba yang dilancarkan Duterte saat menjabat sebagai presiden.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Kunjungan yang dilaporkan belum dikonfirmasi.

Duterte, yang terkenal karena tindakan kerasnya yang menewaskan ribuan tersangka yang sebagian besar adalah orang miskin, menyatakan dalam pidatonya tanpa memberikan bukti apa pun bahwa Marcos pernah masuk dalam daftar tersangka pengguna narkoba.

“Anda, militer, Anda tahu ini, kami punya presiden yang pecandu narkoba,” kata Duterte yang disambut sorak sorai beberapa ribu pendukungnya di wilayah selatan kota Davao.

Badan Pemberantasan Narkoba Filipina mengatakan pada Senin 29 Januari 2024 bahwa Marcos tidak pernah ada dalam daftar tersebut, bertentangan dengan klaim Duterte.

Pada 2021 ketika ia menjadi calon presiden, juru bicaranya menunjukkan dua laporan dari rumah sakit swasta dan laboratorium kepolisian nasional yang secara terpisah menyebutkan Marcos dinyatakan negatif menggunakan kokain dan sabu.

Kedua orang tersebut juga memiliki perbedaan mengenai kebijakan luar negeri.

Meskipun Duterte membina hubungan baik dengan Presiden Cina Xi Jinping dan pemimpin Rusia Vladimir Putin semasa menjabat, Marcos terlihat lebih memilih Amerika Serikat karena sengketa wilayah negaranya dengan Tiongkok di Laut Cina Selatan. Awal tahun lalu, Marcos mengizinkan perluasan kehadiran militer AS di Filipina berdasarkan pakta pertahanan tahun 2014.

Marcos menggantikan Duterte pada pertengahan 2022 setelah memenangkan kampanye pemilu. Ia berjanji mengupayakan perubahan haluan ekonomi setelah pandemi virus corona dan membawa persatuan di negara yang telah lama dibebani oleh kemiskinan parah dan perpecahan politik yang mengakar.

Marcos memimpin aksinya sendiri pada Minggu di sebuah taman tepi laut di Manila, yang menurut polisi menarik sekitar 400.000 orang setelah malam tiba.

Rapat umum tersebut dimaksudkan untuk meluncurkan apa yang dikatakan Marcos sebagai kampanye untuk “Filipina baru” dengan mereformasi pemerintahan yang korup dan tidak efisien serta meningkatkan pelayanan publik.

image_print

1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.