Senin, 27/05/2024 - 22:40 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

OTOMOTIF
OTOMOTIF

Uji Sertifikasi Menyimpang, Toyota Stop Pengiriman Fortuner dan Innova Diesel 

TOKYO- Toyota Motor mengatakan akan menangguhkan pengiriman beberapa model termasuk kendaraan serba guna Innova dan SUV Fortuner setelah menemukan penyimpangan dalam uji sertifikasi untuk mesin diesel yang dikembangkan oleh afiliasi Toyota Industries.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Sebuah komite investigasi khusus menemukan kejanggalan selama pengujian keluaran tenaga kuda untuk sertifikasi tiga model mesin diesel.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Sepuluh model menggunakan mesin yang terkena dampak secara global, kata Toyota, termasuk van Hiace, truk Hilux dan SUV Land Cruiser 300, dan SUV LX500D bermerek Lexus.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Toyota, produsen mobil terbesar di dunia berdasarkan penjualan, sebelumnya berupaya menyelesaikan kasus pelanggaran terkait kecurangan uji keselamatan tabrakan di spesialis mobil kecil Daihatsu.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

 

Perusahaan mengatakan pihaknya berusaha menjelaskan masalah ini secara menyeluruh kepada pihak berwenang dan akan mengambil tindakan seperti menjalankan tes sertifikasi mesin baru di hadapan regulator jika diperlukan.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Toyota: Sertifikasi Pekerja untuk Memperoleh Upah Lebih Tinggi

“Ada kurangnya komunikasi dengan Toyota Motor dan tidak cukup koordinasi mengenai proses pengujian dan prosedur yang seharusnya diikuti,” kata Presiden Toyota Industries Koichi Ito pada konferensi pers, Senin (29/1/2024)

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Toyota Industries mengatakan pihaknya menjual sekitar 84 ribu mesin diesel mobil yang terkena dampak selama tahun keuangan hingga 31 Maret 2023.

ADVERTISEMENTS

Koji Sato, CEO Toyota, mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa perusahaan menggunakan 36 ribu model mesin yang terkena dampak di seluruh dunia setiap bulannya, atau setara dengan 432 ribu unit per tahun.

ADVERTISEMENTS

Seorang juru bicara Toyota tidak dapat segera mengatakan berapa banyak kendaraan yang telah dijual oleh produsen mobil tersebut selama bertahun-tahun yang terkena dampaknya.

Di Jepang, penghentian pengiriman berdampak pada produksi di enam lini di empat pabrik. Perusahaan mengatakan telah memastikan kembali bahwa mesin dan kendaraan yang terkena dampak memenuhi standar keluaran kinerja mesin.

Berita Lainnya:
VP Toyota Ungkap Alasan Masyarakat Pilih Mobil Hybrid

Ia menambahkan penyelidikan telah menemukan bahwa unit kontrol elektronik yang digunakan selama pengujian keluaran tenaga kuda berbeda dengan yang digunakan selama produksi mesin.

Kementerian Transportasi Jepang mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan di lokasi pabrik Toyota Industries di Hekinan di prefektur Aichi tengah, tempat perusahaan tersebut memproduksi mesin otomotif dan industri.

Investigasi Toyota awalnya terfokus pada peraturan sertifikasi yang berkaitan dengan kinerja emisi mesin forklift dan mesin konstruksi, di mana komite investigasi khusus juga mengkonfirmasi adanya kesalahan.

Toyota Motor memegang hampir 25 persen saham di Toyota Industries, yang merupakan perusahaan grup utama Toyota. Pemasok tersebut pada gilirannya memiliki sekitar 8 persen saham Toyota sendiri.

Saham Toyota Industries merosot ke lini negatif tak lama setelah berita tersebut dan berakhir turun 4 persen. Saham Toyota Motor ditutup 3,1 persen lebih tinggi.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi