Kamis, 29/02/2024 - 01:32 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Komnas Perempuan Minta Pemerintah Aawasi Iklan dan Praktik ‘Sunat Perempuan’

ADVERTISEMENTS

Bayi baru lahir. Komnas Perempuan mensinyalir sunat perempuan dikomersialkan.

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

JAKARTA — Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) meminta pemerintah untuk mengawasi berbagai iklan dan praktik-praktik medis terkait Perlukaan dan Pemotongan Genitalia Perempuan (P2GP) yang ditawarkan melalui klinik atau tenaga kesehatan. P2GP lebih dikenal dengan istilah sunat atau khitan perempuan.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan
Berita Lainnya:
Pandangan Islam tentang Khitan Perempuan dan Laki-Laki

“Keberadaan iklan, baik daring maupun luring, menunjukkan bahwa P2GP masih menjadi praktik, bahkan dikomersialkan,” kata anggota Komnas Perempuan Theresia Iswarini saat dihubungi di Jakarta, Senin (12/2/2024) .

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Theresia menyebut praktik P2GP di Indonesia masih relatif tinggi. Di Indonesia, hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2021, memperlihatkan bahwa masih terjadi praktik P2GP pada perempuan usia 19-45 tahun sebanyak 21,6 persen.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional
Berita Lainnya:
Komnas Perempuan Minta Pemerintah Awasi Iklan dan Praktik 'Sunat Perempuan'

“Yang melakukan secara simbolis sebanyak 33,1 persen,” katanya.

ADVERTISEMENTS

sumber : Antara

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi