Minggu, 21/04/2024 - 22:10 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

PDIP Diyakini Tarik Kader di Kabinet Usai Pilpres

ADVERTISEMENTS

BANDA ACEH – PDI Perjuangan diyakini menarik seluruh kader dari Kabinet Indonesia Maju, usai pelaksanaan Pemilu 2024 yang akan berlangsung dua hari lagi.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Aktivis 98 yang juga pendiri Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, mengatakan, keinginan PDIP keluar dari kabinet Presiden Joko WIdodo sebenarnya sudah lama, tetapi masih berpikir, gimanapun Jokowi merupakan orang yang lama bersama mereka.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Jadi masih ada semacam keinginan untuk tidak membuat malu Pak Jokowi,” kata Ray, kepada Kantor Berita Politik RMOL, di Jakarta, Senin (12/2).

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Respons PKS soal Agus yang Sebut Demokrat Hancur jika Masih di Koalisi Lama

Namun, tambahnya, dengan perlakuan yang semakin terbuka dari Jokowi akhir-akhir ini, tidak ada pilihan lain bagi PDIP untuk segera menarik seluruh kader dari kabinet.

“Kebetulan sudah mulai berhubungan dengan Pemilu, tentu mereka memperhitungkan risiko elektoral. Kalau ditarik sebelum Pemilu sepertinya negatif, makanya ditarik setelah Pemilu saja,” katanya.

Dia menduga kuat, setelah Pemilu 2024, anggota kabinet Jokowi juga akan menarik diri. Selain itu, menteri dari PDIP juga mulai tidak optimal dilibatkan Jokowi pada program-program kerja.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil
Berita Lainnya:
Helena Lim Resmi Tersangka Dugaan Korupsi PT Timah

“Karena itu, besar dugaan saya mereka mundur dan bahkan mungkin akan ditarik PDI Perjuangan. Karena setelah Pilpres tidak ada efek elektoral yang perlu dipikirkan lagi. Salah satu alasan kuat tidak ditarik sekarang, karena efek elektoral,” pungkas Ray

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi