Minggu, 14/04/2024 - 22:06 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Kertanagara Gelar Ritual Tantrik Tiru Khubilai Khan, Raden Wijaya Pilih Mesra dengan China

ADVERTISEMENTS

BANDA ACEH –  Raden Wijaya langsung menjalin kerja sama dengan China usai dilantik menjadi Raja Majapahit. Ia kembali merajut hubungan dengan China usai pasukannya berhasil mengusir tentara Mongol dan China ketika datang ke Pulau Jawa.Di mata Raden Wijaya, mereka adalah orang-orang terhormat yang layak diajak berhubungan serta prajurit yang berdisiplin. Ketika terjadi kesalahpahaman yang memalukan menyangkut kedua putri Jawa, Raden Wijaya terpaksa memerangi mereka.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Namun, ia berusaha mengurangi jatuhnya korban dari pihak China dan tetap menjaga martabat prajurit China. Ia paham jika permusuhan antara China dan Jawa tidaklah abadi melainkan sesaat saja, karena pengaruh Mongol.

ADVERTISEMENTS
Iklan Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Bustami Hamzah sebagai Pj Gubernur Aceh
ADVERTISEMENTS

Konon orang-orang Mongol memang menjadi ancaman bagi seantero kawasan, sebagaimana dikutip dari “Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit” dari Earl Drake.

ADVERTISEMENTS
Promo Takjil Bank Aceh Syariah

Itu sebabnya, Kertanagara mulai menggalang persekutuan dengan Sumatera, Bali, dan Champa.

ADVERTISEMENTS
Promo Pembiayaan Ramadhan Ekstra Bank Aceh Syariah

Kesuksesan pasukan Mongol menaklukan negeri-negeri jirannya, membuat Kertanagara percaya bahwa Khubilai Khan memperoleh kesaktiannya dari ritual-ritual Tantrik rahasia. Inilah yang menyebabkan Kertanagara belajar mempraktikkan ritual serupa.

ADVERTISEMENTS
Iklan Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan
Berita Lainnya:
Stafsus: Pertemuan Jokowi-Megawati Masih Dicari Waktu yang Tepat

Akan tetapi, dalam upaya memahami kemelut yang mengadang negerinya, Kertanagara tak pernah menyalahkan bangsa China. Ia menganggap mereka sebagai sesama korban agresi Mongol.

ADVERTISEMENTS
Ramadhan Berbagi Bersama Bank Aceh Syariah

Jawa memiliki banyak sekali hubungan dagang dengan China. Bahkan, koin tembaga China tetap digunakan setelah Majapahit berdiri, walaupun Majapahit sendiri memberlakukan mata uang baru untuk digunakan sebagai alat pembayaran domestik.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses Pelantikan dan Setijab Mayjen TNI Niko Fahrizal

Area perdagangan maritim Jawa meluas dan semakin kompleks hingga mencakupi sejumlah kerajaan tetangga, termasuk China dan India. Kapas, benang dan kain, serta beras, garam, dan bahan-bahan makanan lainnya dari Jawa Timur mengalir ke Sunda dan pelabuhan-pelabuhan lada di Sumatra, tempat komoditas – komoditas tersebut ditukar dengan pewarna celup merah dan lada.

ADVERTISEMENTS
Semarak Ramadhan 1445 H bersama Bank Aceh Syariah, Diskon Belanja 50%

Lada dibarter dengan kain katun Bali, yang selanjutnya dikirim ke Maluku. Kain-kain tersebut, dan juga perhiasan emas dan perak, koin-koin kecil, sutra serta kain katun dari Cina dan India, porselen Cina dan beras dari Bima, digunakan untuk membeli cengkeh dan pala. Parang dari Sulawesi Timur dibarter dengan kayu cendana, dan lilin dengan kayu Timor. Terjadi pertukaran barang secara konstan.

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh - Telkomsel, Beli Paket Data mulai dari 110K OMG melalui Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Periode 11 Maret - 11 April 2024
Berita Lainnya:
Media Asing Terkemuka Sebut Jokowi Akhiri Masa Jabatan dengan Mengecewakan

Sebenarnya Jawa tak punya niat jahat terhadap China, melainkan terhadap Kaisar Mongol yang menunjukkan sikap bermusuhan dan telah menaklukkan dataran China, serta menuntut agar semua negeri di kawasan tersebut tunduk pada daulatnya alih-alih sekadar memungut upeti tahunan, seperti yang dulu biasa dilakukan.

AADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Negeri-negeri itu bersedia mengirim upeti, karena China adalah kekuatan dominan di antara bangsa-bangsa pelaut lainnya di Asia Timur dan selama ini telah menjaga stabilitas di kawasan tersebut. Tuntutan Khubilai Khan agar negeri-negeri yang lebih kecil menyembahnya sebagai kaisar mereka, jika tidak, mereka akan diserang dan dihancurkan, berbeda dari cara-cara China yang bijak dan telah lama mereka hormati.

ADVERTISEMENTS
Iklan Belasungkawa Adinda Almarhum Yafi Dhia Ulhaq Yuli

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi