Senin, 15/04/2024 - 20:00 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Koalisi Barat Ingin Kirim 1 Juta Drone untuk Ukraina

ADVERTISEMENTS

BRUSSELS — Sebuah koalisi sekutu Barat yang dipimpin Latvia berencana mengirimkan 1 juta pesawat nirawak (drone) dalam waktu setahun. Inggris, Jerman, dan Belanda termasuk dalam koalisi tersebut.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Tugas utama saat ini adalah memasok Ukraina dengan teknologi yang sangat diperlukan ini, juga untuk menyeimbangkan, terutama dalam konteks ketika masih ada kekurangan amunisi,” kata Menteri Pertahanan Latvia Andris Spruds dalam sebuah wawancara di Brussels, Belgia, Kamis (15/2/2024), dilaporkan Bloomberg.

ADVERTISEMENTS
Iklan Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Bustami Hamzah sebagai Pj Gubernur Aceh
ADVERTISEMENTS

Rencana mengirimkan 1 juta drone muncul ketika Uni Eropa menunda janjinya untuk mengirimkan 1 juta peluru artileri untuk Ukraina. Janji yang seharusnya terealisasi pada Maret mendatang itu ditunda hingga beberapa bulan. Sementara itu di Amerika Serikat (AS), Kongres belum mencapai kesepakatan dan meloloskan paket bantuan untuk Kiev.

ADVERTISEMENTS
Promo Takjil Bank Aceh Syariah

Pada Rabu (14/2/2024), Ukraina mengatakan berhasil menghancurkan dan menenggelamkan kapal perang pendarat Rusia di lepas pantai Krimea. Kiev menggunakan drone dalam melancarkan operasi tersebut.

ADVERTISEMENTS
Promo Pembiayaan Ramadhan Ekstra Bank Aceh Syariah

“Angkatan Bersenjata Ukraina, bersama dengan unit intelijen Kementerian Pertahanan, menghancurkan kapal pendarat besar Tsezar Kunikov. Saat serangan terjadi, kapal tersebut berada di perairan teritorial Ukraina dekat Alupka,” kata Angkatan Bersenjata Ukraina dalam sebuah keterangan yang dirilis lewat akun Telegram-nya.

ADVERTISEMENTS
Iklan Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan
Berita Lainnya:
Menikmati Atmosfer Klasik Sotto Porticos Street

Kota resor Laut Hitam Alupka terletak tidak jauh dari Yalta, di tepi selatan Krimea yang direbut dan dianeksasi pasukan Rusia dari Ukraina pada 2014. Badan intelijen militer Ukraina, GUR, mengatakan kapal Tsezar Kunikov tampaknya membawa muatan ketika tenggelam. Sebelum diserang, kapal tersebut telah menghabiskan sekitar 10 hari di tempat pemuatan yang digunakan oleh militer Rusia.

ADVERTISEMENTS
Ramadhan Berbagi Bersama Bank Aceh Syariah

Lewat akun Telegram-nya pada Rabu lalu, militer Ukraina merilis rekaman video kasar yang memperlihatkan operasi penyerangan terhadap Tsezar Kunikov. Dalam video tersebut, Ukraina mengerahkan beberapa drone angkatan laut yang bergerak mendekati sebuah kapal besar pada malam hari.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses Pelantikan dan Setijab Mayjen TNI Niko Fahrizal

Tak lama kemudian muncul sebuah ledakan besar dari kapal tersebut. Salah satu drone tampaknya menubruk kapal perang tersebut.

ADVERTISEMENTS
Semarak Ramadhan 1445 H bersama Bank Aceh Syariah, Diskon Belanja 50%

Beberapa rekaman di bagian akhir tampak menunjukkan kerusakan besar dengan kapal yang miring ke satu sisi. “Singkatnya, Tsezar Kunikov mengalami kerusakan kritis di sisi kiri kapal dan mulai tenggelam,” kata GUR.

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh - Telkomsel, Beli Paket Data mulai dari 110K OMG melalui Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Periode 11 Maret - 11 April 2024
Berita Lainnya:
Telegraph: Israel Akui tak Bisa Hancurkan Hamas Setelah AS tak Veto Resolusi DK PBB

Lokasi dan tanggal pengambilan video yang dirilis militer Ukraina tidak dapat diverifikasi secara independen. Namun dapat terverifikasi bahwa kapal yang diserang drone Ukraina adalah Tsezar Kunikov dari Armada Laut Hitam Rusia. Belum ada komentar langsung dari Rusia terkait penyerangan tersebut.

AADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Drone angkatan laut yang baru dikembangkan sangat penting bagi Ukraina. Sebab mereka sedang mencoba mempersempit kesenjangan besar dalam kemampuan angkatan lautnya dengan Rusia yang memiliki Armada Laut Hitam yang kuat.

ADVERTISEMENTS
Iklan Belasungkawa Adinda Almarhum Yafi Dhia Ulhaq Yuli

Pada Desember tahun lalu, seorang pejabat senior keamanan Ukraina mengungkapkan, mereka telah menghancurkan 20 persen Armada Laut Hitam Rusia. Juru bicara Angkatan Laut Ukraina Dmytro Pletenchuk mengatakan Rusia memiliki lima kapal pendarat besar yang tersisa di Laut Hitam.

Militer Ukraina mengatakan bahwa mereka telah menghancurkan 25 kapal dan kapal militer Rusia serta satu kapal selam sejak pecahnya perang hingga saat ini. Perang Rusia-Ukraina sudah berlangsung dua tahun, terhitung sejak Februari 2022.

sumber : Reuters

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi